Sejumlah negara di kawasan ini, termasuk Indonesia perlu bekerja keras untuk mengatasi ketimpangan ekonomi dengan mewujudkan pertumbuhan ekonomi inklusif.
Kebijakan ekonomi harus bis menjamin setiap pemangku kepentingan mendapat kesempatan dan peluang yang sama terhadap layanan dan sumber daya.
Untuk itu, para pemimpin dan pengambil kebijakan harus mempunyai komitmen yang kuat untuk memberi ruang berkembangnya kegiatan ekonomi inklusif di berbagai sektor.
Dalam hal ini, isu ketidaksetaraan, kemiskinan, lapangan kerja, pengembangan Usaha Kecil Menengah (UKM), integrasi ekonomi menjadi sangat signfikan dan relevan untuk menjadi perhatian utama pengambil kebijakan.
Pengembangan UKM telah mendapat perhatian besar dalam pertemuan APEC di Vietnam pada 2017 lalu, karena sektor ini diyakini mempunyai peran besar dalam menghadapi pelemahan ekonomi global. UKM bisa memberikan kontribusi besar terhadap lapangan kerja.
Baca tanpa iklan