Jokowi pro-asing? Faktanya, mantan Gubernur DKI Jakarta itu telah “menasionalisasi” Freeport, Blok Mahakam dan Blok Rokan yang selama berpuluh tahun dikuasai asing. Utang luar negeri Indonesia yang nyaris mencapai Rp 4.500 triliun, menurut sejumlah pakar independen, termasuk Rhenald Khasali, juga masih dalam batas aman.
Jokowi pro-Aseng? Faktanya, Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok di Indonesia “hanya” 32 ribu orang saja.
Alhasil, bila ada yang mengatakan Pilpres 2019 yang akan digelar pada 17 April mendatang adalah pertarungan PKI, yang diasosiasikan dengan Jokowi, melawan khilafah yang diasosiasikan dengan Prabowo, tidaklah sepenuhnya benar.
Sebab, semua capres butuh kuda tunggangan untuk mendaki tangga istana. Mereka tetap berkomitmen menjaga Pancasila, UUD 1945, NKRI dan Bhinneka Tunggal Ika.
Bedanya, bila Jokowi sudah memberikan bukti, sedangkan Prabowo masih perlu pembuktian.
Karyudi Sutajah Putra: Analis politik pada Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.
Baca tanpa iklan