News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Kabinet Jokowi

Menanti Menteri Jokowi

Penulis: Yulis Sulistyawan
Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Foto bersama Presiden Jokowi, Wapres Jusuf Kalla, dan jajaran menteri Kabinet 2014-2019 yang diupload akun Facebook Presiden Joko Widodo sebagai apresiasi dan penghormatan melepas masa purnabakti Jusuf Kalla.

Jokowi juga tak ketinggalan merangkul SBY yang pada Pilpres lalu dukungannya mengambang. Sang putra SBY yakni Agus Harimurti Yudhoyono juga digosipkan akan dipercaya menjadi salah satu menteri muda.

Partai Amanat Nasional (PAN) yang juga tak mendukung Jokowi saat Pilpres, juga dirangkul Jokowi. Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan juga diundang bertemu Jokowi di Istana.

Baca: 5 Tahun Jadi Menteri Kabinet Kerja, Luhut Sering Kesal Jokowi Kerap Direndahkan

Hasilnya, pimpinan partai yang berkeringat mengusung Jokowi-KH Ma'ruf saat Pilpres, tak rela kalau Jokowi bagi-bagi kekuasaan.

Beberapa sindiran dan pernyataan keras dilontarkan pimpinan parpol pengusung, agar Jokowi tak perlu mengajak partai tak berkeringat masuk ke kabinet.

Pada kabinet Kerja Jilid 1, Jokowi-Jusuf Kalla memiliki empat menteri koordinator dan 30 menteri.

Menteri yang berlatar belakang belakang politik berjumlah 15 orang. Sedangkan menteri yang berlatar belakang non politik atau profesional, sebanyak 19 orang.

Dinamika politik dan tarik ulur Prabowo Subianto, Megawati dan Surya Paloh (kolase tribunnews)

Jika Jokowi merangkul musuh-musuhnya masuk kabinet, dikhawatirkan menteri berlatar belakang partai politik menjadi dominan.

Padahal, periode kedua ini seharusnya Jokowi tak perlu lagi memiliki beban politik. Sehingga para pembantunya sebaiknya didominasi kelompok profesional.

Menteri Muda

Janji Jokowi untuk memasukkan menteri muda pun ditunggu-tunggu. Jokowi bahkan berjanji memasukkan menteri berusia 20-25 tahun.

Baca: 10 Jenis Tempe di Indonesia, Ternyata Tidak Terbuat dari Kedelai

"Bisa saja ada menteri umur 20-25 tahun. Tapi dia harus mengerti manajerial, manajemen, mampu mengeksekusi program yang ada. Umur 30-an juga akan banyak. Ini karena saat ini dan ke depan perlu orang-orang dinamis, fleksibel, dan mampu mengikuti perubahan zaman yang sangat cepat. Energik, dan itu ada di anak-anak muda," kata Jokowi bulan Juli 2019 lalu.

Saat Indonesia baru merdeka, Soekarno berani memercayakan anak muda menjadi menteri. Yakni Wahid Hasyim yang menjadi Menteri Agama yang pertama di Indonesia. Ayah dari alm Gus Dur ini menjadi menteri di usia 31 tahun.

Ayah dari Prabowo Subianto yakni Sumitro Djojohadikusumo juga menjadi menteri berusia muda di era Soekarno. Sumitro menjabat sebagai menteri di usia 33 tahun.

Ada juga Wikana yang berusia 32 tahun ketika dipercaya menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Sjahrir. Serta Soepeno (32 tahun) yang menjadi Menteri Negara Urusan Pemuda di Kabinet Hatta.

Di Kabinet Kerja Jilid I, menteri termuda Jokowi yakni Puan Maharani yang tahun 2014 berusia 41 tahun. Puan yang kini menjadi Ketua DPR RI, sebelumnya dipercaya Jokowi menjadi Menko Bidang Pembangunan Manusia.

Ada juga Hanif Dhakiri (42 tahun) yang menjabat Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi. Serta Imam Nahrawi (41 Tahun) yang menjabat Menteri Pemuda dan Olahraga.

Baca: Kabar Terbaru Para Kekasih Korban Lion Air JT610, Kini Bangkit dari Duka Lama & Tapaki Bahagia

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini