Sayangnya, menteri muda Jokowi yakni Imam Nahrawi malah terjerat kasus korupsi yakni menerima uang suap.
Pada periode kedua ini, Jokowi harus bisa memilih menteri yang super tepat. Jangan hanya karena butuh kondisi politik yang stabil, maka para menteri didominasi mereka yang berlatar belakang politik.
Jokowi juga harus membuktikan janjinya untuk merekrut menteri usia muda agar lebih energik, dinamis dan cepat mengkesekusi keputusan. Namun jangan sampai menteri mudanya malah kembali terlibat korupsi.
Pekerjaan rumah Jokowi di periode kedua begitu banyak. Jokowi harus punya prioritas. Jika di periode sebelumnya prioritas utama adalah pembangunan infrastruktur, maka di periode kedua adalah pembangunan manusia dan ekonomi.
Defisit neraca perdagangan yang sedemikian dalam, harus bisa dibalik menjadi surplus agar Indonesia makin berwibawa. (Tribunnews/Yulis)
Baca tanpa iklan