News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pro Kontra RUU HIP

RUU HIP dan Virus HIV

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Drs H Sumaryoto Padmodiningrat MM

Lalu mengapa komumisme yang sudah bangkrut itu masih ditakutkan di Indonesia? Itu tadi, bangsa ini trauma dengan peristiwa 1948 dan 1965.

Pasca-G 30 S/PKI 1965, konflik horisontal melanda bangsa ini. Terjadi saling bantai antara kaum komunis dan kaum religius.

Kedua, ketakutan akan bahaya komunisme sengaja diembuskan oleh kelompok-kelompok tertentu untuk kepentingan politik elektoral. Isu PKI selalu diembuskan setiap menjelang pemilu.

Bila sudah begini, tak ada cara lain kecuali RUU HIP bukan hanya tidak akan dibahas oleh pemerintah, dan dihentikan pembahasannya oleh DPR RI, melainkan didrop dari daftar Prolegnas 2020-2024.

Kalau dipaksakan berlanjut, jangan berharap kegaduhan yang menimpa bangsa ini akan berakhir.

RUU HIP hanya akan menimbulkan kontroversi yang kontraproduktif bagi bangsa ini. Sebab, RUU HIP begitu menakutkan layaknya virus HIV.

* Dr H Sumaryoto Padmodiningrat MM: Mantan Anggota DPR RI/Chief Executive Officer (CEO) Konsultan dan Survei Indonesia (KSI), Jakarta.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini