Semua sepertinya mengambil posisi "aman" dan menonton karena belum jelas siapa yang lebih berpeluang menang.
Jangankan berpihak, bahkan untuk mengambil posisi sebagai penengah atau mediator yang mendamaikan saja tidak ada yang punya keberanian.
Berapa lama "perang" berapa banyak "korban" akan sangat di tentukan dari intervensi Jokowi.
Tapi seringkali perang tidak berakhir seperti apa yang diharapkan jadi mungkin saja Erick Thohir dan Adian Napitupulu menjadi arang atau abu dan Jokowi turun sebelum waktunya.
Karena sejarah mengajarkan bila ada perang antara dua panglima, maka istanalah yang terbakar.(*)
Baca tanpa iklan