News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Filateli

Arsip Cetakan Prangko: Tidak Tua, Tetapi Sangat Langka

Editor: Dewi Agustina
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Berbagai variasi benda filateli termasuk yang salah cetak (misprint).

Gambar pada photo essay biasanya berbeda dengan gambar pada prangko karena adanya proses revisi.

Photo essay masih bernilai lebih tinggi dari publicity essay karena publicity essay seringkali dicetak bukan untuk pengesahan maupun arsip negara tetapi untuk publikasi di media.

Essay biasanya tidak dihargai terlalu mahal di kalangan kolektor. Umumnya benda ini bisa didapatkan pada kisaran harga lima ratus ribu hingga beberapa juta rupiah saja.

Tiga generasi kolektor prangko: penulis Gilang Adittama (kiri) termuda, dengan generasi senior (tengah) dan generasi yang lebih muda (kanan). (Foto Gilang Adittama)

Setelah ‘essay’ disetujui oleh dinas pos, maka akan dibuat sebuah cetakan percobaan dengan nama ‘proof’.

Keberadaan berbagai jenis proof di dunia disebabkan oleh adanya perbedaan proses dan persyaratan cetak di berbagai negara penerbit prangko.

Di antara sekian banyak proof, yang termasuk penting dan bernilai cukup tinggi adalah die proof, progressive proof, sepia proof, approval proof, monochrome proof, cromaline proof dan plate proof.

Beberapa proof seperti deluxe proof, e-preuve, dan black print proof dianggap tidak bernilai karena sengaja dicetak sekadar untuk memuaskan para kolektor prangko.

Seperti variannya, harga proof juga sangat beragam. Berbagai faktor seperti jumlah cetak, tingkat kepentingan, dan kredibilitas percetakan sangat mempengaruhi pembentukan harga pasarnya.

Tahap akhir dari seluruh proses tersebut adalah pencetakan prangko asli dengan tambahan cap SPECIMEN, MUSTER, MUESTRA, MONSTER, OBRASETZ dan lainnya yang diedarkan ke para pegawai pos untuk membantu mereka mengidentifikasi keberadaan prangko palsu.

Baca juga: Ada Prangko Pertama di Dunia hingga Prangko Tematik, Intip Koleksi Museum Pos Indonesia di Bandung

Dengan adanya prangko specimen, mereka akan memiliki pembanding untuk menentukan keaslian suatu prangko.

Prangko SPECIMEN sendiri tidak bisa dipakai untuk pengeposan karena sudah dirusak dengan adanya cap tambahan tersebut.

Sayangnya saat ini banyak prangko diberi cap specimen palsu untuk menaikkan nilai pasarnya.

Berbeda dengan prangko specimen klasik era 1840 – 1940, prangko specimen modern umumnya dihargai tidak terlalu tinggi.

Umumnya nilai prangko spesimen modern hanya sekitar dua puluh persen di atas nilai nominal atau harga pasaran prangko aslinya.

Sampul hari pertama Dua prangko seri vaksinasi nasional Covid-19 yang telah di tandatangani Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Kantor Filateli Jakarta, Pasar Baru, Jakarta Pusat, Jumat (26/2/2021). Foto Presiden Jokowi saat menerima suntikan vaksinasi dosis pertama menjadi gambar prangko yang di terbitkan 2 seri dengan harga perlembarnya 5.000 rupiah. WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN (WARTA KOTA/WARTA KOTA/HENRY LOPULALAN)

Memiliki benda–benda tersebut tentu merupakan kebahagiaan dan kebanggan luar biasa bagi seorang filatelis.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini