News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pilpres 2024

Pemilihan Presiden Adalah Jembatan Menuju Indonesia Emas

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ilustrasi Pilpres. Pemilu 2024 bisa menjadi batu pijakan agar visi Indonesia Emas 2045 itu bisa dicapai sesuai dengan harapan. Sebab, Pemilu 2024 akan menjadi pemilu yang menentukan desain ekonomi dan strategi geopolitik Indonesia.

oleh: Jufriyadi, Keluarga Aktivis Mahasiswa Unversitas Jayabaya

TRIBUNNERS - Tahun 2045 merupakan momentum bersejarah bagi Indonesia. Sebab pada saat itu, Indonesia akan genap berusia seratus tahun alias satu abad.

Inilah kemudian yang memunculkan wacana dan gagasan mengenai Generasi Emas Indonesia 2045.

Tahun 2045 memang masih cukup lama, yakni sekitar 22 tahun lagi.

Namun calon-calon bibit unggul generasi emang tersebut sudah ada dari sekarang.

Anak kecil atau mereka yang baru lahir saat ini sudah ada di sekeliling kita.

Ledakan kelahiran di Indonesia yang diperkirakan membludak pada masa pandemi (2020 dan 2021) menjadi sesuatu yang perlu diberikan perhatian khusus.

Sebab, bayi-bayi itulah yang kelak akan menjadi penduduk usia produktif pada 2045 mendatang.

Dan mereka lah yang akan menjadi pemimpin Indonesia pada 2045 kelak.

Nampaknya tak naif jika kita sebut, di tangan anak kecil dan bayi-bayi yang ada sekarang inilah, masa depan dan nasib Indonesia dipertaruhkan.

Jufriyadi.

Karena itulah, mereka harus dipersiapkan sejak dini agar bisa bertarung pada masanya nanti.

Pada 2045 mendatang, Indonesia akan mendapatkan bonus demografi, yakni 70 persen jumlah penduduk Indonesia ada dalam usia produktif, yakni usia 15-64 tahun.

Sementara 30 persen sisanya merupakan penduduk yang tidak produktif, karena berusia di bawah 14 tahun dan di atas 65 tahun.

Melihat fakta tersebut, bonus demografi di Indonesia memang tak bisa dihindari.

Namun di sinilah tantangan itu bermula. Jika bonus demografi ini tidak dimanfaatkan dengan baik, maka bisa membawa dampak buruk bagi Indonesia, utamanya dalam masalah sosial seperti kemiskinan, kesehatan yang rendah, pengangguran, dan tingkat kriminalitas yang tinggi.

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini