News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dua Tahun Invasi Rusia ke Ukraina, Harapan Bagi Prabowo

Editor: Dodi Esvandi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Suasana di Kota Irpin, Ukraina, pada pertengahan Desember 2023 lalu

PERTENGAHAN Desember lalu, saya berkesempatan berkunjung ke Ukraina bersama rombongan masyarakat sipil Indonesia.

Kelompok kecil ini selain mengundang akademisi menyertakan pula perwakilan dari Majelis Ulama Indonesia (MUI), staf ahli di DPR hingga Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS).

Demi keamanan, rombongan kecil ini senyap menelusup hingga berhasil mencapai Kyiv menjelang Isya.

Entah kebetulan atau disengaja, Rusia ‘berbaik hati’ membangunkan kami sejak hari pertama bermalam di salah satu kota tertua di Eropa Timur itu.

Dentuman ledakan senjata pencegah serangan udara membuat sirine peringatan meraung mengusir kantuk.

Dengan panik dan gegas kami menuju rubanah hotel yang sebetulnya adalah ruang parkir paling bawah namun disulap menjadi bungker perlindungan. Dingin? Tentu saja!

Kami menjadi saksi langsung ketangguhan bangsa Ukraina bertahan dan terus melawan tekanan Rusia, bangsa yang masih berpikir adalah pewaris sah imperium komunis Uni Soviet.

Pernah dalam sehari, kami sampai lima kali bergegas ke bungker perlindungan karena burung nazar besi Rusia berkeliaran di langit.

Jika ada yang bertanya bagaimana kondisi Kyiv, saya akan katakan tidak baik-baik saja karena jam malam masih berlaku.

Meski secara umum, kehidupan berlangsung normal.

Sekali lagi, tidak baik-baik saja karena sewaktu-waktu serangan udara Rusia datang.

Baca juga: Rudal Korut Ditemukan di Ukraina, Ternyata Pakai Komponen Buatan Eropa dan AS

Sejumlah pengamat menyebut perang di Ukraina akan berlangsung lama karena strategi Rusia dengan melakukan bombardir perkotaan Ukraina hingga luluhlantak tak lagi efektif.

Maklum sekadar copy paste meratakan wilayah Muslim di Grozny (Chechnya) maupun Allepo (Suriah).

Jika ditarik ke belakang, konflik Rusia-Ukraina ibarat bisul yang pecah karena sudah terjadi sejak 2014, dimulai dengan aneksasi Krimea oleh Rusia yang kemudian mendukung separatismedi Donbas (Donetsk-Luhansk) sehingga memicu perang regional.

Dalam pidato televisi sebelum invasi, Vladimir Putin, Presiden Rusia mempertanyakan hak kedaulatan Ukraina, dan mengklaim secara salah bahwa Ukraina didominasi oleh orang neo-Nazisme yang menyiksa orang Rusia di Ukraina.

Suasana di Kota Irpin, Ukraina, pada pertengahan Desember 2023 lalu
Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini