News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dari Kampus Angker Menjadi Kampus Tingkat Dunia

Editor: Suut Amdani
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pembangunan Gedung Auditorium UNS di belakang Kantor Pusat di komplek Kampus Kentingan.

Hanya saja kesan angker masih tampak waktu itu.

Di antara gedung-gedung bertingkat dan pohon-pohon rindang tampak suasana terasa seram.

Ditambah waktu itu jumlah mahasiswa dan karyawan masih sedikit.

Setelah jam 13.00 kampus menjadi sepi, tidak ada hilir mudik kendaraan dan orang yang kelihatan.

Di samping itu, pada ruang-ruang sering terjadi kesurupan di kalangan mahasiswa.

Hal ini berbeda dengan saat ini ketika jumlah mahasiswa, karyawan, dan jam perkuliahan sampai malam.

Kampus tampak selalu hidup hampir 24 jam karena beberapa kegiatan laboratorium masih berjalan sampai 24 jam.

Banyak mahasiswa yang melakukan kegiatan di kampus sampai malam hari.

Pada hari libur, Sabtu dan Mingu, kampur menjadi favorit warga Solo untuk joging sehingga tetap ramai dan semarak.

Kesan angker di Universitas Sebelas Maret sudah betul-betul dilupakan orang.

UNS termasuk kampus terindah di Indonesia.

Suasana Upacara Dies Natalis UNS 48

Kehadiran Universitas Sebelas Maret merupakan bentuk dari serangkaian sejarah kota Surakarta.

Di Kota Surakarta pernah berdiri pusat pemerintahan Kerajaan Mataram Islam yang disebut sebagai Kasunanan Surakarta Hadiningrat yang pernah menjadi sebuah kerajaan yang terkenal di dunia, diantaranya pernah mengadakan kontak dengan Napoleon Bonaparte dari Perancis yang kenang-kenangannya masih tersimpan di Museum Radya Pustaka.

Salah satu jalur transportasi kota Surakarta masa lalu ialah Bengawan Solo yang mengilhami Gesang mengarang lagu Bengawan Solo yang legendaris.

Kota Surakarta juga merupakan kota dilaksanakannya kongres bahasa Indonesia pertama pada tanggal 25- 27 Juni 1938.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini