Tahun 2029 pengguna layanan OTT di negeri kita akan mencapai 189,5 juta dengan ARPU (pendapatan rata-rata dari tiap pengguna) sebesar 9,17 dollar AS. Pasar video OTT akan mengalami pertumbuhan signifikan karena produksi konten lokal semakin diminati khalayak.
Negara lain, semisalnya Italia dan negara-negara anggota Komisi Eropa dan Amerika Serikat sudah menikmati manisnya cuan OTT. Indonesia, jika berhasil memungut semacam pajak bagi OTT sebesar 1,25 persen seperti halnya BHP USO, kas negara bisa mendapat sedikitnya Rp 150 miliar yang akan bertambah setiap tahunnya.
Baca tanpa iklan