Negara tujuan utama ekspor antara lain India, Tiongkok, Belanda, Malaysia, dan Amerika Serikat.
Sejumlah pelaku usaha, khususnya di sektor agribisnis dan industri pengolahan, sudah mulai merasakan ketatnya persaingan sejak pertengahan tahun lalu.
Mereka menghadapi tekanan harga, kompetisi dari negara tetangga, dan volatilitas kurs yang memperkecil margin keuntungan.
Ketika produk-produk pesaing dari luar negeri membanjiri pasar ekspor dunia karena ditolak oleh AS, harga komoditas global ikut tertekan.
Sawit, yang selama ini menjadi penyumbang devisa terbesar dari Sumatera Utara, mengalami penurunan harga dalam beberapa bulan terakhir. Petani sawit di Labuhanbatu, Asahan, dan Simalungun pun mulai merasakan turunnya harga beli di tingkat pabrik.
Efek Turunan ke Ekonomi Daerah
Penurunan ekspor dan harga komoditas berdampak langsung ke pendapatan petani dan pelaku industri.
Ketika pendapatan mereka menyusut, konsumsi rumah tangga ikut melambat. Ini tentu menjadi sinyal bagi pemerintah daerah untuk waspada, karena konsumsi domestik adalah motor utama pertumbuhan ekonomi.
Selain itu, pelemahan ekspor juga berdampak pada neraca perdagangan nasional.
Jika defisit berjalan membesar, rupiah berpotensi semakin melemah terhadap dolar AS yang sudah menembus hingga 17 ribuan per dolar.
Ini akan memicu kenaikan harga barang impor, termasuk bahan bakar, pupuk, dan alat pertanian. Di Sumatera Utara, yang masih mengimpor banyak barang penunjang industri, kondisi ini bisa memicu inflasi.
Inflasi yang tinggi akan menjadi beban tambahan, bukan hanya bagi masyarakat menengah ke bawah, tetapi juga bagi pelaku usaha kecil dan menengah yang menjadi tulang punggung perekonomian lokal.
Baca juga: Soal Kebijakan Tarif Impor Donald Trump, Pemerintah Indonesia Diminta Fokus pada Ekonomi Digital
Hambatan untuk Hilirisasi
Salah satu agenda penting ekonomi Sumatera Utara dalam beberapa tahun terakhir adalah hilirisasi industri.
Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Sei Mangkei, misalnya, digadang-gadang menjadi pusat pengolahan produk kelapa sawit dan industri kimia berbasis sawit.
Baca tanpa iklan