News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Muktamar PPP

Babak Baru Anies Vs Jokowi: Berebut PPP?

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

BAKAL CALON KETUM PPP - Anies Baswedan dan Jokowi disebut-sebut akan digaet untuk menjadi bakal calon ketua umum PPP dalam Muktamar PPP waktu dekat ini. /Kolase foto dok.

Pada Pilpres 2024 lalu, misalnya, PPP sempat mau mendukung Anies yang berpasangan dengan Muhaimin Iskandar namun batal dan mengalihkan dukungannya ke Ganjar Pranowo-Mahfud MD. 

Akan tetapi banyak massa akar rumput atau grass roots PPP yang justru memilih Anies-Imin. 

Dus, jika benar Anies akan merebut kursi PPP-1, maka ia akan berhadapan dengan Jokowi, baik langsung atau pun melalui Amran Sulaiman yang didukung Jokowi. 

Artinya, akan terjadi babak baru dalam perseteruan antara Anies versus Jokowi. 

Diketahui, perseteruan di antara keduanya sudah berlangsung cukup lama, walaupun Anies pernah menjadi juru bicara tim pemenangan Jokowi-Jusuf Kalla pada Pilpres 2014.

Jabatan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan kemudian dihadiahkan Jokowi ke Anies. 

Namun, Anies-Jokowi akhirnya pecah kongsi menjelang Pemilihan Kepala Daerah DKI Jakarta 2017.

Pasalnya, Anies maju sebagai calon gubernur yang berhadapan dengan Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok, cagub yang didukung Jokowi. 

Selama menjadi Gubernur DKI Jakarta itulah Anies seperti memosisikan diri sebagai antitesis Jokowi.

Banyak kebijakan Anies yang bertentangan atau setidaknya tidak sinkron dengan Jokowi.

Termasuk penebangan pohon-pohon di kawasan Monas yang merupakan "halaman depan" Istana Negara tempat Jokowi berkantor dan tinggal. 

Bagi Jokowi, penebangan pohon di Monas tanpa restu dirinya adalah bentuk pembangkangan.

Anies dianggap "mbalelo" (memberontak). 

Akibatnya, langkah-langkah politik Anies banyak yang dijegal Jokowi.

Bahkan melalui Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Anies coba dikriminalisasi via kasus Formula E. 

Halaman
1234
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini