News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Menggagas Tata Kelola Lembaga Pendidikan Katolik

Editor: Eko Sutriyanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

LEMBAGA PENDIDIKAN KATOLIK - Odemus Bei Witono, Direktur Perkumpulan Strada, dan Pemerhati Pendidikan - Dalam menghadapi gelombang perubahan global seperti digitalisasi, krisis nilai, dan ketimpangan sosial, Lembaga Pendidikan Katolik (selanjutnya disebut LPK) dihadapkan pada tantangan yang jauh melampaui sekadar penyampaian materi ajar

LPK tidak cukup jika hanya mengandalkan konten religius. Perlu integrasi antara ilmu pengetahuan dan iman, yang tercermin dalam kurikulum kontekstual dan pembelajaran berbasis nilai. Pembentukan karakter Kristiani dapat berjalan beriringan dengan penguasaan IPTEK agar lulusan mampu bersaing tanpa kehilangan jati diri. 

Akan tetapi untuk mencapai ini, dibutuhkan guru yang bukan hanya kompeten secara akademik, tetapi juga menjadi teladan spiritual. Maka, fokus pada pengembangan personalia atau SDM pendidik dan tenaga kependidikan sebagai garda depan pendidikan menjadi sangat mendasar.

Disiplin positif dan budaya kasih juga merupakan elemen yang membedakan LPK dari model pendidikan lainnya. Sayangnya, banyak sekolah belum memiliki strategi implementasi sistemik. Seringkali nilai-nilai ini hanya berhenti pada slogan atau tema tahunan tanpa masuk ke dalam kultur sekolah sehari-hari.

Gagasan keberlanjutan mencakup tiga aspek, yakni finansial, lingkungan, dan regenerasi. Diversifikasi pendanaan melalui CSR, kewirausahaan sekolah, dan kontribusi alumni perlu didorong lebih jauh. Selain itu, regenerasi guru dan pemimpin Katolik merupakan isu genting, mengingat banyak sekolah kesulitan mencari kepala sekolah atau guru yang memiliki formasi Katolik mendalam. Pendidikan calon guru Katolik hendaklah kembali menjadi prioritas.

Sekolah Katolik juga ditantang mengambil peran dalam pelestarian lingkungan. Gagasan sekolah hijau Katolik dapat lebih dari sekadar program Adiwiyata—ia menjadi ekspresi iman ekologis yang membentuk cara pandang murid terhadap dunia.

Sebagai catatan akhir, LPK merupakan misi—bukan hanya institusi penyelenggara pendidikan. Misinya adalah membentuk pribadi manusia bermartabat dan penuh kasih, yang siap merawat dunia. Dalam dunia yang terus berubah, LPK dituntut tetap setia pada akar spiritualitas, sembari berani berubah dalam strategi dan pendekatan yang seharusnya.

Dengan mengedepankan tata kelola yang berintegritas, memperkuat kolaborasi strategis, serta menanamkan nilai dalam setiap aspek pembelajaran, LPK dapat menjadi jawaban atas krisis zaman. Bukan hanya mencetak lulusan unggul secara akademik, tetapi juga menghasilkan pribadi luhur yang menjadi terang dan garam dunia.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini