Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
DOWNLOAD
Tribunners
LIVE ●
tag populer

Tribunners / Citizen Journalism

Pancasila: Antara Retorika dan Realita

Pancasila semestinya menjadi napas dalam kurikulum yang menumbuhkan welas asih, nalar publik, dan solidaritas.

zoom-in Pancasila: Antara Retorika dan Realita
HandOut/IST
PENERAPAN PANCASILA - Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute, Karyono Wibowo. Dalam opininya di Tribunners, Rabu (18/6/2025) Katyono mengulas seputar kajian apakah Pancasila hidup sebagai ideologi yang bekerja, atau sekadar menjadi mantra kosong yang bersemayam di ruang retorika. 

Pancasila: Antara Retorika dan Realita

Oleh:

Karyono Wibowo

Direktur Eksekutif Indonesian Public Institute

BULAN Juni, bulan penuh makna dalam lanskap sejarah Indonesia.

Pada bulan ini, Bung Karno, proklamator bangsa –presiden pertama Republik Indonesia dilahirkan dan wafat pada bulan yang sama. 

Di bulan Juni pula, terjadi peristiwa sangat penting dalam sejarah pendirian republik –dimana para pendiri bangsa merumuskan dasar negara.

Rekomendasi Untuk Anda

Dalam sidang BPUPKI, Bung Karno menyampaikan pidato monumental pada tanggal 1 Juni 1945.

Di hari itulah Bung Karno menyampaikan pandangannya tentang dasar negara yang ia namakan Pancasila.

Sejak itulah 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Setiap tanggal 1 Juni, mimbar-mimbar dan ruang-ruang publik menggema oleh orasi dan seminar tentang Pancasila

Bendera merah putih berkibar, pidato mengalun memuji luhur nilai-nilainya, dan institusi negara berlomba menggelar perayaan simbolik.

Namun, setelah gema itu reda, pertanyaan fundamental kembali menggantung di udara: benarkah Pancasila hidup sebagai ideologi yang bekerja, atau ia sekadar menjadi mantra kosong yang bersemayam di ruang retorika?

Pancasila lahir bukan dari ruang hampa.

Ia merupakan hasil pergulatan historis, spiritual, dan intelektual bangsa yang mendambakan rumah bersama yang adil, damai, dan berdaulat. 

Halaman 1/4

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email redaksi@tribunnews.com


Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas