News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pidato Presiden, Retorika Dialogis atau Represi Simbolis?

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PRABOWO SUBIANTO - Presiden Prabowo saat menyampaikan pidato pada 31 Agustus 2025, menyinggung kebebasan berpendapat dan sikap tegas terhadap anarkisme. (Tangkapan Layar Kompas TV/Soure: Viory/HO)

Ia mungkin mengandung paradoks, tetapi paradoks itu justru mencerminkan dinamika demokrasi kita hari ini. sebuah ruang yang selalu diperebutkan antara janji ketertiban, tuntutan kebebasan, dan permainan kuasa simbolik.

Maka, kita patut bertanya, akankah pidato Presiden Prabowo ini benar-benar menjadi tonggak bagi terbukanya ruang dialogis, ataukah ia hanya sekadar seremoni retoris yang membungkus tindakan represi simbolik?

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini