Padel bukan hanya tentang memukul bola, tapi tentang membangun keseimbangan antara tubuh yang aktif dan jiwa yang terhubung.
Di tengah tekanan hidup urban, padel menawarkan ruang untuk bergerak, tertawa, dan terhubung—sebuah gaya hidup sehat yang relevan dan berkelanjutan.
Di Jakarta, padel mulai berkembang dengan hadirnya fasilitas seperti Padel Alley di Blok M, yang menjadi bagian dari gaya hidup urban baru.
Saya berpendapat, padel tidak hanya olahraga, tetapi juga gaya hidup sehat untuk anak muda dan masyarakat.
Ini merupakan inovasi ruang publik di di kawasan Kota PERURI, Blok M, Jakarta Selatan. Kehadiran fasilitas ini melengkapi mozaik aktivitas.
Inisiatif pengembangan sendiri dimulai sejak 2019 dengan hadirnya M Bloc Space, sebuah creative hub yang menyediakan ruang pertunjukan musik, seni visual, serta tenant F&B yang kini menjadi magnet anak muda Jakarta.
Pengembangan berlanjut dengan hadirnya KALA di Kalijaga, pusat kuliner populer di sisi selatan kawasan, dan pada 2024, Taman Kota resmi dibuka sebagai ruang terbuka hijau sekaligus lokasi kegiatan publik berskala besar.
Fasilitas padel bukan hanya lapangan, tapi juga tempat nongkrong, ngopi, dan berjejaring. Menyatukan elemen olahraga, kuliner, musik, dan komunitas kreatif.
Menjadi bagian dari tren “sportainment”—gabungan antara sport dan entertainment
Warga kota cenderung mencari aktivitas yang sehat namun tetap stylish dan sosial. Padel menjawab kebutuhan akan olahraga yang fleksibel, tidak terlalu formal, dan bisa jadi ajang hangout.
Banyak komunitas padel bermunculan, memperkuat jejaring sosial dan gaya hidup aktif
Dirancang sebagai urban sports hub dengan tema “Allies to Your Day”, menjadi pusat aktivitas fisik sekaligus jejaring sosial yang sehat dan berkelanjutan.
Fasilitas ini akan resmi dibuka untuk umum pada 6 Oktober 2025.
Harapannya dapat menampung animo masyarakat yang sedang menggemari Padel dan mampu meningkatkan prestasi bagi atlet serta memberikan ruang sebagai tempot interaksi tidak hanya Olahraga tapi juga Komunitas.
Baca tanpa iklan