News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Jurnalis Eropa Sedang Diserang – dan Para Pelakunya Melenggang Bebas

Editor: Tiara Shelavie
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

TRIBUNNERS - Peter Vandermeersch, Mediahuis Fellow Journalism and Society

Hanya kasus-kasus paling mencolok yang sampai ke pengadilan, dan bahkan ketika itu terjadi, hukumannya sering ringan. Sebagian besar jurnalis diam-diam memblokir, melapor, lalu menyerah ketika tidak ada tindak lanjut.

Ujian Keteguhan Demokrasi

Eropa suka menampilkan diri sebagai tempat perlindungan bagi kebebasan pers. Namun ketika hampir 84 persen pelaku serangan daring tetap anonim dan bebas dari hukuman, klaim itu terdengar hampa. Pelecehan daring telah menjadi cara termurah untuk membungkam seorang jurnalis.

Ini bukan sekadar isu keselamatan; ini adalah ujian bagi kemauan demokratis. Ketika jurnalis berhenti berbicara, warga berhenti mendengar. Keberagaman pemikiran pun terkikis. Suara-suara paling keras — sering kali yang paling marah — mendominasi percakapan publik.

Apa yang Harus Berubah

Tiga langkah mendesak dapat mulai membalikkan tren ini:

  • Profesionalisasi kepolisian digital. Aparat penegak hukum membutuhkan unit khusus kejahatan siber yang terlatih untuk melacak ancaman dengan cepat dan menuntut pelakunya secara efektif.
  • Tegakkan akuntabilitas platform. Berdasarkan Digital Services Act, perusahaan media sosial harus menindak pelecehan yang terkoordinasi — dengan menghapus konten, menjaga bukti, dan bekerja sama dengan penyidik.
  • Dukung jurnalis di dalam ruang redaksi. Organisasi media harus memperlakukan pelecehan daring sebagai bahaya tempat kerja. Pelatihan, alat keamanan digital, dan dukungan psikologis harus menjadi standar.

Membela jurnalis di dunia daring bukanlah tentang melindungi ego yang rapuh. Ini tentang membela hak publik untuk mendapatkan informasi tanpa rasa takut atau manipulasi.

Artikel ini diterbitkan dalam rangka memperingati Hari Internasional untuk Mengakhiri Impunitas atas Kejahatan terhadap Jurnalis. Pandangan yang diungkapkan sepenuhnya merupakan milik penulis.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini