News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Hindari Multitafsir, Pentingnya Membaca Putusan MK Nomor 114/2025 Secara Utuh

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Pengacara Henry Indraguna

Henry Indraguna 
Pengacara
• Politisi Golkar 
• Akademisi
• Pengusaha 
• Tim Ahli Bidang Hukum dan Perundang-undangan di Dewan Pertimbangan Presiden Republik Indonesia
Profil Singkat: 

Nama lengkap: Prof. Dr. Dr. K.P.A. Henry Indraguna, S.H., M.H., C.R.A., C.M.L.C. 

Tanggal lahir: 29 Agustus 1973, di Bandung 

Latar belakang: Tumbuh di Wonogiri, Jawa Tengah 

Karier hukum: Pendiri Henry Indraguna & Partner (HIP) Law Firm, menangani ratusan perkara dengan tingkat keberhasilan tinggi 

Karier politik: Pernah maju sebagai caleg dari Partai Perindo (2019), kemudian bergabung dengan Partai Golkar dan aktif sebagai staf ahli 

Pendidikan: Lulusan Universitas Maranatha (S1), UNLA Bandung (S2), dan meraih gelar doktor dari UNS Solo serta UNBOR Jakarta

Pentingnya membaca Putusan Mahkamah Konstitusi (MK) Nomor 114/PUU-XXIII/2025 secara lengkap dan utuh, agar tidak terjadi kesalahpahaman atau multitafsir di tengah masyarakat. 

Penegasan tersebut disampaikan menyusul sikap Kapolri Jenderal Listyo Sigit yang menghormati putusan MK dan memastikan Polri akan menindaklanjuti ketentuan hukum terkait penugasan anggota Polri di jabatan sipil. 

MK Tidak Pernah Melarang Penugasan Anggota Polri Aktif 

Menurut saya, MK melarang seluruh anggota Polri menduduki jabatan di luar institusinya adalah keliru dan tidak sesuai dengan isi putusan. 

Dalam putusan tersebut, MK tidak pernah melarang anggota Polri aktif menduduki jabatan tertentu di lembaga pemerintahan pusat selama jabatan tersebut memiliki keterkaitan dengan tugas kepolisian 

Saya menjelaskan, yang dicabut oleh MK hanyalah mekanisme penugasan melalui jalur Kapolri untuk jabatan yang tidak memiliki relevansi dengan tugas Kepolisian. Di luar kategori tersebut, seluruh ketentuan tetap berlaku seperti biasa. 

Penugasan Anggota Polri Tetap Sah dan Konstitusional 

Penugasan anggota Polri di instansi lain tetap sah secara hukum selama mengacu pada ketentuan Pasal 28 Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2002 tentang Polri, yang sampai hari ini masih berlaku dan tidak dibatalkan oleh MK. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini