News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Arsul Sani, Klarifikasi Akademik dan Kiprah Kenegaraan

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ARSUL SANI - Arsul Sani tunjukkan ijazah asli dan disertasi, menepis tuduhan palsu dengan rekam jejak panjang kenegaraan.

Arsul Sani

Arsul Sani adalah seorang negarawan Indonesia dengan rekam jejak panjang di bidang hukum, politik, dan kenegaraan. Lahir di Pekalongan pada 8 Januari 1964, menempuh pendidikan hukum di Universitas Indonesia, lalu berkarier sebagai aktivis, advokat, politisi, hingga akhirnya terpilih menjadi Hakim Mahkamah Konstitusi (MK) pada 2024.

Jejak Karier Arsul Sani

Aktivis: Aktif di Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) sejak masa kuliah.

Advokat: Pernah menjadi asisten pembela umum di LBH Jakarta, lalu berkarier di firma hukum nasional dan internasional.

Profesional: Corporate Director PT Tupperware Indonesia, serta Ketua Bidang Konsultasi Hukum di LPBH PBNU.

Politisi: Dua periode anggota DPR RI (2014–2019, 2019–2024), Wakil Ketua MPR RI (2019–2024).

Hakim MK: Terpilih melalui DPR pada 2024, kini menjabat sebagai Hakim Mahkamah Konstitusi.

Di tengah tuduhan ijazah palsu yang sempat mencuat, Arsul Sani tampil dengan klarifikasi akademik sekaligus menegaskan rekam jejak panjangnya sebagai aktivis, advokat, politisi, hingga kini Hakim Mahkamah Konstitusi—sebuah perjalanan yang merekatkan kontroversi dengan kiprah kenegaraan.

Kasus dugaan ijazah palsu Arsul Sani mencuat pada November 2025 setelah adanya laporan masyarakat ke Bareskrim Polri dan Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR RI.

Arsul Sani, yang kini menjabat Hakim Mahkamah Konstitusi, membantah tuduhan tersebut dengan menunjukkan bukti ijazah asli, transkrip nilai, disertasi, dan foto wisuda dari Collegium Humanum/Warsaw Management University di Polandia.

Kasus ijazah palsu Arsul Sani adalah polemik politik dan akademik yang berawal dari laporan masyarakat, namun segera dijawab dengan bukti otentik oleh Arsul.

Meski klarifikasi sudah dilakukan, isu ini tetap menjadi perdebatan publik karena menyangkut integritas pejabat tinggi negara.

Saya menulis disertasi yang berjudul ‘Reexamining The Considerations of National Security Interest and Human Rights Protection in Counterterrorism Legal Policy: A Case Study on Indonesia with Focus on Post-Bali Bombings Development. Disertasinya ada ini.

Rekam jejak terentang panjang dari muda hingga sekarang. Ia tercatat pernah menjadi aktivis, asisten pembela umum LBH Jakarta, lawyer, Direktur perusahaan PMA multinasional, anggota DPR, hingga Hakim MK. 

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini