News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Mengurai Kekosongan Talenta Pendidikan di Era Skill-Based

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

ODEMUS BEI WITONO - Forum kemitraan di Unika Atma Jaya soroti krisis talenta, 46% perusahaan kesulitan rekrut karyawan sesuai.

Kedua, fokus harus bergeser dari sekadar mencari yang sempurna secara eksternal menjadi berinvestasi pada pengembangan talenta internal. Institusi perlu mengadopsi model pembelajaran seumur hidup bagi guru dan karyawan mereka. 

Program up-skilling dan reskilling intensif, misalnya pelatihan coding atau Data Analytics, bagi staf pengajar dan kependidikan yang telah lama mengabdi adalah cara paling efektif untuk mengatasi kelangkaan skill secara cepat dan berkelanjutan.

Dengan demikian, tegangan filosofis tidak hilang, tetapi diintegrasikan. Institusi dapat maju dengan sistem yang lebih baik—sistem yang menghargai sinergi antara kedalaman ilmu untuk menghidupi hidup secara bermakna dan penguasaan skill presisi untuk mencari kerja di dunia nyata. 

Hanya dengan memiliki guru (SMK) atau dosen dan karyawan yang maju dan adaptif, institusi dapat menghasilkan lulusan yang seimbang, yakni memiliki skill, attitude, dan kemampuan kerja yang presisi, mengubah keterbatasan filosofis dan pragmatis menjadi keunggulan kompetitif.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini