News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Banjir Bandang di Sumatera

Catatan dari Sumatera: Upaya Negara Mempercepat Pemulihan Pascabencana

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

PEMBANGUNAN JEMBATAN - TNI menurunkan Yonzipur I/DD untuk memasang Jembatan Bailey yang menjadi akses vital penghubung Kabupaten Tapanuli Selatan (Tapsel) dan Tapanuli Tengah (Tapteng) setelah jembatan utama terputus akibat banjir bandang, di Desa Garoga, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Minggu (7/12/2025). Sebanyak 20 personel Yonzipur I/DD menggunakan alat berat berupa crane dan excavator dikerahkan untuk mempercepat pembangunan jembatan darurat tersebut. TRIBUNNEWS/HO/PUSPEN TNI

Bawono Kumoro  

Peneliti Utama Indikator Politik Indonesia  

Lahir di Jakarta pada tanggal 1 Desember 1984  

Selama tujuh tahun pernah bergiat sebagai kepala departemen politik dan pemerintahan di The Habibie Center.  

Riwayat Pendidikan

S1 Ilmu Politik di Fakultas Ilmu Sosial dan Politik Universitas Islam Negeri Jakarta.  

S2 Ilmu Komunikasi Politik di Paramadina Graduate School of Communication. 

Aktif menulis artikel di media massa dan terlibat dalam sejumlah penelitian 

Upaya negara dalam merespons bencana di Sumatra terlihat jelas dari rangkaian peninjauan lapangan, percepatan distribusi bantuan, dan koordinasi lintas sektor yang dilakukan untuk memastikan pemulihan berjalan terarah serta menjangkau kebutuhan paling mendesak warga terdampak. 

Kunjungan Presiden Prabowo Subianto ke sejumlah titik bencana di Sumatera pada Jumat (12/12/2025) semakin menegaskan dan menjadi sinyal kuat kehadiran negara di saat krisis.  

Kehadiran Prabowo di lapangan tidak hanya mempercepat koordinasi penanganan darurat, tetapi juga memberi dorongan psikologis bagi masyarakat terdampak, menumbuhkan optimisme bahwa proses pemulihan akan berjalan lebih cepat, terarah, dan menyentuh kebutuhan riil warga. 

Diketahui kunjungan dilakukan ke sejumlah daerah, seperti Aceh Tamiang, Bener Meriah, dan Takengon. Kunjungan itu dilakukan segera setelah Presiden kembali dari lawatan diplomatik ke Pakistan dan Rusia. 

Kehadiran langsung Presiden di lapangan menunjukkan konsistensi kepemimpinan dan penegasan bahwa agenda kemanusiaan ditempatkan sebagai prioritas utama pemerintah. 

Kita melihat pola yang konsisten, di mana pesiden tidak hanya mengeluarkan instruksi, tetapi hadir langsung untuk memastikan percepatan di lapangan.  

Untuk seorang pemimpin yang berusia hampir 75 tahun, tingkat mobilitas dan dedikasi beliau dalam memprioritaskan keselamatan rakyat dapat dikatakan sangat luar biasa.  

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini