Di tengah krisis iklim dan kompleksitas risiko yang terus meningkat, ketangguhan Indonesia tidak ditentukan oleh seberapa cepat bantuan datang, melainkan oleh seberapa kuat masyarakat mampu bertahan menghadapi bencana.
Banjir di Sumatera adalah alarm keras: bukan hanya untuk mempercepat respons darurat, tetapi untuk merombak cara pandang. Jika bencana terus diperlakukan sebagai urusan teknis yang terpisah dari pembangunan dan keadilan sosial, Indonesia akan terus berputar dalam siklus duka yang sama.
Sebaliknya, dengan menggabungkan manajemen risiko dan penguatan ketahanan sosial, Indonesia memiliki peluang nyata untuk meminimalkan korban dan mempercepat pemulihan ketika bencana berikutnya datang.
Baca tanpa iklan