Persoalan Prabowonomics sejatinya bukan semata soal benar atau salah. Banyak pihak mengakui bahwa keinginan membangun kemandirian nasional dan mempercepat pembangunan adalah tujuan yang sah.
Namun, yang dipersoalkan adalah tata kelola kebijakan. Pengambilan keputusan yang terlalu terpusat, minim dialog publik, serta kecenderungan mengandalkan laporan internal yang menyenangkan pimpinan, berisiko melahirkan kebijakan yang kurang berdampak bagi rakyat kecil sendiri.
Prabowonomics kini berada di titik penting. Ia bisa menjadi strategi ekonomi yang bermakna jika dijalankan dengan keterbukaan, disiplin berbasis data, dan kejujuran dalam mengukur hasil.
Pemerintah perlu berani membedakan antara rencana, pelaksanaan, dan dampak, serta membuka ruang kritik sebagai bagian dari perbaikan.
Pada akhirnya, rakyat tidak menuntut klaim besar atau janji spektakuler. Yang dibutuhkan adalah kebijakan yang benar-benar terasa dalam kehidupan sehari-hari.
Negara yang kuat bukan negara yang paling cepat mengumumkan keberhasilan, tetapi yang paling konsisten menghadirkan manfaat nyata. Sejarah akan mencatat bukan seberapa besar ambisi kekuasaan, melainkan seberapa dekat kebijakan ekonomi berpihak pada rakyatnya.
Baca tanpa iklan