News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Menakar Kedatangan Anthony Albanese di Jakarta

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Australia adalah kekuatan ekonomi besar yang selama ini investasinya di Indonesia kurang dibanding Singapura atau Tiongkok.

​Indonesia butuh transfer teknologi. Bkolaborasi riset pertahanan. Jangan sampai kita hanya menjadi pasar bagi industri senjata mereka.

Indonesia harus mampu menyerap ilmu dari Australia dalam mengelola teknologi militer canggih, sementara Australia harus melihat Indonesia sebagai pilar utama stabilitas kawasan yang tak tergantikan.

​Menatap Masa Depan Indo-Pasifik

​Dunia sedang tidak baik-baik saja. Rivalitas kekuatan besar memaksa negara-negara menengah seperti Indonesia dan Australia untuk lebih pragmatis. Kita tidak bisa hanya mengandalkan diplomasi "senyum dan jabat tangan" semata. Dibutuhkan dokumen hukum yang mengikat agar komitmen tidak luntur saat berganti rezim pemerintahan.

​Langkah Menteri Pertahanan kedua negara adalah langkah berani. Namun, keberanian di meja perundingan harus diikuti dengan konsistensi di lapangan. Rakyat kedua negara perlu merasakan dampak nyata dari traktat ini, apakah wilayah perairan kita makin aman dari pencurian ikan? 

Dan yang paling penting, apakah stabilitas kawasan tetap terjaga?

​Traktat ini adalah babak baru. Sebuah janji untuk tidak saling memunggungi. Di tengah badai geopolitik yang mungkin menerjang di masa depan, Indonesia - Australia telah memilih mengikatkan tali kapal mereka pada satu dermaga sama. Semoga, ini bukan sekadar romansa diplomatik sesaat, melainkan fondasi bagi perdamaian abadi di beranda selatan.

Diplomasi Indonesia bebas-aktif dibawah kepemimpinan Presiden Prancis saat ini, menjadi poros kekuatan lama yang hidup kembali. Bagi Canberra tentu Jakarta dianggap mitra strategis yang tak bisa diabaikan.

​Titik Temu

​Menariknya, dalam kunjungan ini, isu pengembangan sumber daya manusia dan riset tampaknya akan menjadi salah satu klausul yang dicantumkan dalam naskah kerjasama di meja perundingan.

Sesuai dengan fokus pemerintah Indonesia yang ingin memacu industrialisasi melalui penguatan riset sains dan teknologi—sebagaimana sering digunakan Presiden Prabowo.

​Kolaborasi kampus-kampus ternama Australia dengan perguruan tinggi di Indonesia bukan hanya pertukaran mahasiswa, melainkan transfer teknologi nyata. Agar Indonesia hanya menjadi penonton dalam setiap kemajuan teknologi di selatan.

Albanese tampaknya memahami "kepentingan" baru Indonesia ini.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini