News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Menavigasi Kepercayaan dari Survei Indikator

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

SURVEI INDIKATOR - Survei Indikator 2026: Kepuasan publik pada Presiden Prabowo tetap kokoh. Tantangan nyata: korupsi, harga pokok, dan audit MBG.

Bukan soal kontrak politik tetapi karena amanah konstitusi yang berpuluh-puluh tahun diabaikan. Apapun kritik publik bisa jadi alarm keras, agar penyelenggaraan MBG steril korupsi. Seperti berkali kali ditekankan Presiden Prabowo: “jangan pernah ada pihak coba-coba melakukan korupsi di program MBG." 

​Pandangan lain kerap muncul: "Yang penting rakyat kenyang, urusan bocor itu biasa." Ini sesat pikir! Dalam kacamata kebijakan publik, integritas syarat mutlak bagi kepercayaan publik. Tanpa kepercayaan dan transparansi, nutrisi dalam " menu MBG” hambar karena bercampur keringat ketidakadilan.

Pemerintah harus tetap ofensif dalam memitigasi setiap risiko yang bisa muncul. Salah satunya sistem audit  melibatkan aparat penegak hukum dari proses perencanaan hingga distribusi. Sebagai upaya menjawab ketidakpercayaan publik  dengan telanjang di depan mata rakyat.

​Dilema Ekonomi

​Data survey juga menunjukkan 45,3 persen warga merasa harga kebutuhan pokok makin sulit dijangkau. Di sini, narasi ideologis pemerintah sering berbenturan dengan kenyataan lapangan. Inflasi bisa jadi angka teknokratis Badan Pusat Statistik-BPS. 

Bagi ibu rumah tangga inflasi tentang apakah anak mereka bisa dapat asupan makanan bergizi atau tidak. Mendapat  minum susu hari ini atau tidak. Jika itu takarannya, maka jawabannya salah satunya program MBG.

​Memang hasil survey BPS juga perlu dibaca sebagai sandaran dalam merumuskan kebijakan. Pemerintah harus bergerak dari sekadar "penataan data" menuju "penataan kedaulatan pangan". Kemiskinan masih menjadi PR yang digambarkan 10,9 persen responden, bukan  takdir, melainkan beban pemerintah terutama pada rantai pasok distribusi yang perlu dibenahi. 

Kita tidak dapat hanya mengandalkan bantuan (bansos) terus-menerus. Bansos hanyalah obat luka sesaat. Yang perlu dibangun kemandirian ekonomi agar rakyat memiliki imunitas setiap ada wabah yang menyerang kedaulatan pangan kita 

​Pemberantasan Korupsi

​Hal menarik dari alasan utama kepuasan publik adalah komitmen pemberantasan korupsi. Sebuah "kontrak sosial" paling sakral, dimana mandat rakyat yang diwakili 79,9 persen itu percaya ada sapu cukup kuat untuk membersihkan lantai kotor birokrasi.

​Namun, pemberantasan korupsi bukan hanya tanggung jawab seorang Presiden. Ini adalah kerja kolektif.

Jika lembaga negara seperti Komisi Pemberantasan Korupsi-KPK, Kejaksaan dan Kepolisian mengalami pasang surut kepercayaan, maka kepemimpinan nasional harus memastikan semua instrumen hukum perlu  memainkan symphoni sama. Termasuk kesadaran publik yang berani menjadi whistle blower.

​Merawat Mandat

​Hasil survei Indikator Januari 2026 memberikan pelajaran penting bahwa rakyat Indonesia dapat menerima keadaan dengan tetap menaruh harapan. Bahwa mereka sangat kritis pada proses, itu justru jadi entry point untuk pemerintah melakukan perbaikan.

Mereka bisa menerima kondisi ekonomi  sulit (seperti penilaian "sedang" sebanyak 45 persen), asalkan melihat pemimpinnya bekerja  jujur dan tegas. 

Hal itu dibuktikan lewat kepemimpinan Presiden Prabowo dalam navigasi kabinetnya.

​Kepuasan publik adalah bahan bakar, bukan tempat tempat peristirahatan. Catatan kritis tentang program MBG dan kegelisahan soal harga pokok adalah "surat cinta" dari rakyat ke pemimpinnya, agar pemerintah bekerja lebih keras lagi.

​Pemerintah Prabowo saat ini berada pada jalur tepat secara teoritis, namun implementasi di lapangan perlu tetap dikawal agar dapat menghadapi  ujian sesungguhnya.

Halaman
123
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini