News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

APBN dan Pentingnya Kejujuran dalam Membaca Angka

Editor: Malvyandie Haryadi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

RAPAT PARIPURNA DPR - Suasana Rapat Paripurna membahas Undang-Undang tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara atau APBN 2026 yakni pendapatan negara Rp 3.153,58 triliun dan belanja negara Ro 3.842,73 triliun. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN

Dan sejauh yang dapat dibaca dari dokumen anggaran, kebutuhan dasar pendidikan—kesejahteraan guru, bantuan pendidikan, dan program esensial lain—tidak dikurangi.

Dengan ruang fiskal yang membesar, negara justru memiliki peluang untuk melakukan lebih banyak hal sekaligus: memperbaiki sekolah, memperluas bantuan, meningkatkan kualitas layanan, dan memastikan anak datang ke kelas dengan perut yang tidak kosong.

Di titik ini, kritik terhadap pemerintah tidak berhenti, tetapi menemukan ukurannya. Negara tetap harus diawasi, tetapi pengawasan tanpa disiplin berpikir hanya akan melahirkan kecurigaan tanpa solusi.

Yang terjadi kemudian bukan perdebatan kebijakan, melainkan pertarungan emosi yang diwarisi dari perbedaan pilihan politik sebelumnya.

Narasi yang memisahkan makan anak dari pendidikan anak adalah narasi yang keliru sekaligus berbahaya. Ia mengadu dua kepentingan yang sejatinya berada pada satu garis yang sama.

Seolah-olah bangsa ini harus memilih antara kenyang dan cerdas, antara tubuh dan pikiran. Padahal pendidikan justru runtuh ketika kita membiarkan anak belajar dalam kondisi lapar.

Bangsa ini terlalu sering terluka bukan karena kebijakan yang sepenuhnya salah, tetapi karena cara kita memperdebatkannya tidak jujur. Angka dijadikan peluru, bukan amanah.

Data dipotong-potong agar sesuai dengan kemarahan yang sudah lebih dulu disiapkan.

Karena itu, yang perlu kita luruskan hari ini bukan hanya isi APBN, melainkan cara kita membacanya. Kejujuran dalam membaca angka adalah fondasi kepercayaan publik.

Tanpanya, kebijakan apa pun—sebaik apa pun niatnya—akan selalu tampak mencurigakan.

Dan tanpa kejujuran itu, yang terkikis bukan hanya anggaran, melainkan kewarasan kita sebagai bangsa.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini