Indonesia sedang menukar investasi masa depan dengan konsumsi masa kini. Pendidikan yang berkualitas membutuhkan stabilitas pendanaan riset, kesejahteraan guru yang bermartabat, dan fasilitas belajar yang memadai. Semuanya tidak bisa digantikan hanya dengan pembagian susu dan telur gratis.
Pendeknya, kejujuran dalam mengelola uang rakyat adalah fondasi utama kepercayaan publik. Klaim pemerintah bahwa anggaran pendidikan tetap utuh adalah narasi yang menyesatkan di tengah fakta bahwa sepertiganya dialihkan untuk logistik dapur.
Indonesia memang butuh anak-anak yang sehat, tetapi bangsa ini juga butuh anak-anak yang cerdas, guru yang sejahtera, dan ekosistem riset yang dinamis.
MBG tidak boleh menjadi lubang hitam fiskal yang menyedot habis seluruh energi untuk mencerdaskan kehidupan bangsa terutama para pemilik masa depan Ibu Pertiwi. Jangan sampai demi memberi makan perut satu generasi, Indonesia justru mematikan otak dan masa depan banyak generasi selanjutnya.
Baca tanpa iklan