News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Anti A Contrario, Terbolak-Balik, dan Paradoks Prabowo

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DENNY INDRAYANA - Denny Indrayana menyoroti fenomena politik hukum Indonesia kian terbolak-balik, lahir teori baru anti a contrario untuk memahami logika jungkir balik kekuasaan.

Semoga Presiden Prabowo segera mengembalikan arah republik ke jalur logika lurus daulat rakyat. Apalagi, seharusnya Presiden Prabowo paham betul konsep terbolak-balik demikian. Dalam ilmu hukum, Protagoras, seorang filsuf Yunani kuno, mengenalkan konsep “Paradox of the Court”. Yaitu, konsep perkara hukum yang paradoksal, terbolak-balik.

Kita tentu masih ingat buku “Paradoks Indonesia”, karangan Presiden Prabowo, dimana Beliau berargumen, adanya kontradiksi ironis Indonesia, yang kaya sumber daya alam dan manusia, namun sebagian besar rakyatnya justru masih hidup miskin. 

Kondisi ini menunjukkan kekayaan negara yang dikorupsi, mengalir keluar, dan tidak dinikmati sebagian besar rakyat Indonesia. Menjadikan Indonesia negara yang “kaya tapi miskin”. Fakta dan logika yang terbolak-balik, berputar-balik, berpilin-pilin.

Maka, agar tidak berubah menjadi plin-plan, sebagai patriot, Prabowo mesti tegas dan tegar. Tidak bersikap paradoks ketika berhadapan dengan perang dan perbudakan dagang Amerika ala Trump. Karena, perang bukanlah perdamaian; Kemerdekaan dagang bukanlah perbudakan; dan kebodohan sama sekali bukan kekuatan. 

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini