News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Pendidikan Adaptif dan Kebutuhan Industri

Editor: Glery Lazuardi
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

HOSPITALITY - Industri hospitality bertransformasi: dari hotel ke ekosistem luas pariwisata, kuliner, dan bisnis berbasis pengalaman.
PROFIL PENULIS
Dr. Yanti, S.Kom., MM
Dekan Faculty of Digital Communication and Hotel & Tourism, BINUS University

DI TENGAH transformasi besar yang terjadi di industri hospitality global, kekhawatiran orang tua terhadap masa depan karier anak menjadi semakin relevan.

Perkembangan artificial intelligence (AI), digitalisasi layanan, serta meningkatnya tuntutan terhadap praktik sustainability telah mengubah wajah industri hospitality menjadi jauh lebih dinamis, kompetitif, dan berbasis nilai.

Namun di balik perubahan tersebut, peluang industri justru terus bertumbuh.

Hospitality kini tidak lagi dipahami semata sebagai industri perhotelan konvensional, melainkan telah berkembang menjadi ekosistem luas yang mencakup pariwisata, event, food and beverage, luxury service, travel business, hingga entrepreneurship berbasis pengalaman (experience economy).

Transformasi ini juga mendorong perubahan signifikan terhadap kebutuhan talenta di dalamnya.

Industri saat ini membutuhkan sumber daya manusia yang tidak hanya memiliki kemampuan operasional, tetapi juga business acumen, digital capability, serta pemahaman kuat terhadap sustainability, mulai dari green hospitality, responsible tourism, hingga strategi bisnis yang berorientasi keberlanjutan.

Institusi pendidikan menghadapi tantangan besar jika hanya mengandalkan metode tradisional.

Mahasiswa dituntut untuk adaptif, karena kemampuan beradaptasi menjadi kunci bertahan di berbagai kondisi. 

Kreativitas dalam menciptakan model, menemukan ide baru, serta keterlibatan dalam riset dan pengembangan (R&D) menjadi faktor penting.

Di perguruan tinggi, penentuan arah karier mahasiswa tidak dimulai saat kelulusan, melainkan sejak masa studi.

Dalam kurun sekitar 2,5 tahun, mahasiswa diharapkan sudah memiliki gambaran tentang profesi dan bidang yang akan digeluti. 

Data wisuda menunjukkan sekitar dua dari tiga lulusan bekerja di perusahaan global atau memilih jalur wirausaha, dengan persentase berkisar 60–70 persen.

Sisanya tetap bekerja di berbagai sektor, namun fokus utama diarahkan pada kesiapan bersaing di tingkat global.

Strategi yang ditempuh antara lain melibatkan industri secara langsung melalui kegiatan akademik, seperti kuliah tamu dan diskusi bersama.

Mahasiswa tidak hanya menerima teori dari dosen, tetapi juga menghadapi kasus nyata dari dunia kerja. 

Sejak 2012, sistem pembelajaran global diterapkan dengan melibatkan industri dalam proses perkuliahan.

Hal ini melatih mahasiswa berpikir kritis dan menjawab persoalan yang diajukan langsung oleh praktisi.

Selain itu, sejak 2016 dikembangkan program enrichment selama dua semester.

Memberi fleksibilitas bagi mahasiswa untuk menjalani magang, berwirausaha, atau kombinasi keduanya.

Tujuannya agar lulusan memiliki pengalaman nyata dan arah karier yang jelas.

Dalam bidang hospitality, peluang kerja tidak terbatas pada hotel. Industri pariwisata mencakup sektor kuliner dan properti yang terus berkembang.

Indonesia memiliki potensi besar di bidang kuliner, yang kini menjadi bagian penting dalam pusat-pusat perbelanjaan. Mahasiswa didorong untuk melihat peluang secara kreatif dan luas.

Perencanaan pendidikan dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan empat tahun ke depan.

Hal ini untuk mengantisipasi kesenjangan antara ilmu yang dipelajari dengan tuntutan industri. Hubungan erat dengan dunia usaha menjadi langkah penting untuk memperkecil gap tersebut.

Orientasi pembelajaran diarahkan pada future skills, perspektif bisnis global, dan employability sejak awal masa studi.

Mahasiswa juga menjalani magang, termasuk di luar negeri, sehingga memperoleh pengalaman langsung.

Dengan bekal tersebut, lulusan diharapkan tidak hanya siap bekerja, tetapi juga mampu mengembangkan usaha sendiri.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini