News

Bisnis

Super Skor

Sport

Seleb

Lifestyle

Travel

Lifestyle

Tribunners

Video

Tribunners

Kilas Kementerian

Images

Tribunners

Tribuners adalah platform jurnalisme warga. Untuk berkontribusi, anda bisa mengirimkan karya dalam bentuk berita, opini, esai, maupun kolom ke email: redaksi@tribunnews.com.

Konten menjadi tanggungjawab penulis dan tidak mewakili pandangan redaksi tribunnews.com.

Harga BBM Naik

Waspada Reformasi 1998 Jilid II

Editor: Hasanudin Aco
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

DEMO MAHASISWA - Massa mahasiswa harus menghentikan langkahnya untuk bisa melakukan aksi demonstrasi di kawasan Bundaran Hotel Indonesia (HI), Menteng, Jakarta Pusat, Jum'at (12/6/2026). Demo mahasiswa kemarin mendapatkan penilaian dari berbagai kalangan.

Kami menyampaikan peringatan dan penuh keprihatinan kepada Presiden Prabowo Subianto. 

Peringatan tersebut berpusat pada satu skenario yang tidak boleh dianggap enteng yaitu potensi terjadinya gelombang protes massal yang mampu menggoyang stabilitas pemerintahan yang digambarkan sebagai "Reformasi 1998 Jilid II".

Reformasi 1998 adalah salah satu peristiwa paling monumental dalam sejarah politik Indonesia modern.

Dipicu oleh krisis ekonomi yang menghancurkan daya beli rakyat, disertai akumulasi kemarahan atas ketidakadilan dan korupsi yang menggurita, gerakan mahasiswa dan rakyat berhasil mengakhiri 32 tahun kekuasaan Orde Baru.

Analogi ini bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk memberi peringatan berbasis sejarah yang nyata yakni kondisi yang pernah memicu ledakan sosial seperti 1998 berpotensi berulang jika pemerintah tidak segera bertindak.

Syarat terjadinya skenario terburuk

Skenario Reformasi 1998 Jilid II tidak akan terjadi secara otomatis. Ia akan terwujud hanya jika pemerintah gagal atau terlambat dalam melakukan pembenahan di sektor ekonomi.

Artinya, masih ada jendela peluang bagi Presiden Prabowo untuk mengambil langkah-langkah konkret dan terukur guna mencegah akumulasi kemarahan publik mencapai titik kritis yang tidak terkendali.

Pesan inti kepada Presiden Prabowo

Pesannya  sangat jelas, kepemimpinan yang reaktif dan lambat bergerak adalah kemewahan yang tidak lagi bisa Presiden Prabowo izinkan dalam kondisi ekonomi dan sosial yang sedemikian kompleks saat ini.

Diperlukan keberanian untuk melakukan terobosan kebijakan, termasuk  bila perlu pergantian menteri yang dinilai tidak mampu memberikan solusi nyata bagi permasalahan ekonomi rakyat.

Dampak kompleksitas ekonomi pada rakyat

Di balik peringatan itu terdapat realitas pahit yang dirasakan langsung oleh jutaan rakyat Indonesia setiap harinya.

Kebijakan ekonomi yang tidak berpihak kepada rakyat kecil bukan sekadar angka statistik — ia berwujud dalam antrian panjang di SPBU, harga bahan pokok yang terus merangkak naik, tagihan listrik yang membengkak, dan lapangan kerja yang semakin sulit dijangkau.

Kenaikan harga kebutuhan pokok

Harga beras, minyak goreng, dan protein hewani terus mengalami tekanan kenaikan yang tidak sebanding dengan peningkatan pendapatan riil masyarakat menengah ke bawah, menggerus daya beli secara sistematis.

Tarif dan pajak yang memberatkan

Penyesuaian tarif energi dan kebijakan perpajakan yang kurang sensitif terhadap kondisi ekonomi masyarakat turut mempersempit ruang gerak finansial keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dan menengah.

Ketidakpastian lapangan kerja

Angka pengangguran terbuka dan setengah pengangguran yang masih tinggi, ditambah gelombang PHK dari sejumlah sektor industri, menciptakan kekhawatiran yang nyata di kalangan angkatan kerja Indonesia.

Perlunya pergantian menteri dan penyesuaian kebijakan

Pergantian menteri bukan sekadar manuver politik biasa, melainkan sebuah keniscayaan fungsional.

Halaman
12
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!

Berita Populer

Berita Terkini