Wawancara Dengan Dubes Indonesia di Australia Nadjib R Kesoema
Masa jabatan Dutabesar Indonesia untuk Australia Nadjib Riphat Kesoema segera berakhir setelah berada di Canberra selama empat tahun…
Meski menjadi kota besar dan memiliki kekhasan yang sangat kuat sebagai kota negara Barat yang penuh ornamen dan gedung-gedung tua yang bersejarah, namun jarang macet.
Kota Melbourne menurut saya adalah kota di Australia yang mampu mempertahankan wibawanya sebagai kota yang bernuansa arsitektur Eropa.
Melbourne juga menawarkan banyak galeri kesenian dan museum. Tak heran jika Melbourne selalu menjadi salah satu kota terindah dan paling layak dihuni dibanding kota lain di dunia.
Dari pengalaman selama ini, pertemuan dengan masyarakat mana yang paling berkesan dan mengapa?
Hampir semua pertemuan dengan masyarakat Indonesia, baik dengan diaspora, sesepuh, mahasiswa/pelajar hingga kalangan professional, di berbagai kota di Australia yang pernah saya lakukan selama empat tahun terakhir ini, memiliki kesan dan pengalaman yang mengesankan.
Saya selalu antusias bertemu dengan mereka sebagai bagian dari upaya saya untuk lebih mendekatkan saya dengan mereka dan menjalin komunikasi dua arah, yakni meminta masukan mereka sekaligus memberikan pesan-pesan Pemerintah Indonesia guna terus memupuk semangat kebangsaan dengan masyarakat.
Mereka, Warga Negara Indonesia (WNI) di Australia, merupakan salah satu aset terbesar dan terpenting bagi diplomasi Indonesia.
Saya bangga sekali dengan masyarakat Indonesia karena telah menjadi duta bangsa yang berhasil membawa nama baik bangsa ditengah kehidupan multikultural Australia.
Di mana-mana, saya selalu mendapatkan apresiasi dari berbagai kalangan pemerintah, pebisnis dan akademia Australia bahwa citra yang melekat kuat dari warga Indonesia di Australia adalah orang yang taat terhadap hukum, pekerja keras dan tidak macam-macam, mudah melebur dengan masyarakat setempat dan menjadi contoh dari pluralisme.
Hal ini selaras dengan semangat kemajemukan masyarakat Australia.
(Dubes Nadjib Riphat Kesoema akan mengadakan perpisahan dengan warga Indonesia di KJRI Melbourne hari Jumat (20/1/2017) dan mengadakan perpisahan dengan masyarakat dan korps diplomatik di Canberra hari Selasa (31/1/2017).

Baca tanpa iklan