Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Hillary Clinton Tuding WikiLeaks dan Rusia Bantu Kemenangan Trump

Hillary Clinton melontarkan serangan terhadap pendiri website WikiLeaks Julian Assange, menyebutnya sebagai "alat intelijen Rusia"…

Tayang:
Baca & Ambil Poin

AP: Evan Vucci

"Saya kalah electoral collage sekitar 77.000 (suara), dan yang kami temukan pastilah ada bantuan sangat canggih yang dipasok ke WikiLeaks ... dalam mengetahui bagaimana menyampaikan pesan penindasan dan pesan negatif mereka dalam mempengaruhi pemilih," paparnya.

Hillary menunjuk contoh bagaimana rilis WikiLeaks dilakukan untuk memberikan dampak maksimum atau mengalihkan perhatian dari skandal kampanye Trump.

Misalnya, Pukul 16:00 sore pada tanggal 7 Oktober, suratkabar Washington Post menerbitkan rekaman Hollywood Access 2005 berisi komentar cabul Donald Trump tentang pelecehan seksual terhadap wanita.

"Saya bahkan tidak menunggu. Bila Anda seorang bintang, mereka membiarkan Anda melakukannya. Anda bisa melakukan apapun ... pegang bagian vagina mereka," kata Trump dalam rekaman itu.

Kurang dari satu jam kemudian, WikiLeaks merilis lebih dari 2.000 email akun pribadi pemimpin kampanye Pilpres Hillary, John Podesta.

Hillary mengatakan dibukanya email ini telah menepiskan dampak rekaman tersebut.

Rekomendasi Untuk Anda

"Hal itu tertutupi secara dramatis dan penuh selama sekitar 48 jam," katanya.

"WikiLeaks, yang muncul di dunia kita menjanjikan informasi tersembunyi, menjanjikan semacam rahasia yang mungkin berpengaruh, merupakan respon sangat cerdik dan kejam terhadap rekaman Hollywood Access," paparnya.

"Dan saya tidak meragukan lagi adanya komunikasi jika bukan koordinasi untuk membuka hal itu pertama kalinya sebagai tanggapan terhadap rekaman Hollywood Access," ujar Hillary.

Sejarah antara Hillary dan Assange

Hillary mengatakan tindakan WikiLeaks dimotivasi oleh ketidaksukaan secara pribadi dari Julian Assange terhadap dirinya.

"Saya memiliki banyak sejarah dengan dia karena saya adalah Menlu saat WikiLeaks merilis banyak informasi sensitif dari Departemen Luar Negeri dan Departemen Pertahanan kami," katanya.

Namun dia mengatakan WikiLeaks telah kehilangan segala legitimasinya.

Julian Assange outside the Ecuadorian Embassy.
Hillary Clinton menjabat Menlu AS saat WikiLeaks Julian Assange membocorkan data sensitif.

Reuters: Peter Nicholls

"Jika dia itu martir untuk kebebasan berbicara, mengapa WikiLeaks tidak menerbitkan apapun yang keluar dari Rusia? Anda tidak melihat informasi negatif merusak mengenai Kremlin di WikiLeaks," katanya.

Halaman 2/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas