Kompleksitas Industri Sawit Indonesia Dibahas di Melbourne
Industri kelapa sawit di Indonesia masih menjadi penyumbang devisa terbesar dari penjualan minyak sawit dan produk turunannya. Tapi…
"Industri ini sebagian dikuasai oleh politisi dan mereka yang memiliki jabatan tinggi di pemerintahan," ujar Bahruddin. "Sehingga menjadi sulit bagi pemerintah di daerah setempat untuk memberikan sanksi kepada perusahaan kelapa sawit yang melanggar."
Dalam dokumenter disebutkan setengah dari orang terkaya di Indonesia adalah pengusaha sawit.
Suraya berpendapat inilah yang menjadi salah satu permasalahan dalam pengaturan industri kelapa sawit, karena terlalu banyak yang terlibat didalamnya. Dan mereka yang terlibat juga dekat dengan pusat kekuasaan.
"Dari sejak jaman Suharto, kepemilikan perkebunan sawit adalah dari kalangan jenderal dan orang-orang terdekatnya. Sepertinya keadaannya masih sama sampai saat ini, seperti anggota parlemen atau orang yang dekat dengan Jokowi"
"Menjadi sulit karena semua pihak akhirnya mencoba mendapat bagian dari sektor yang bisa menguntungkan mereka atau keluargnya ini."
Sebagai pakar hukum, Lilis yang berasal dari Bandung mengaku jika dokumenter ini menggambarkan dengan baik bagaimana keadaan komunitas lokal di kawasan perkebunan sawit.
"Minyak sawit ini dibutuhkan meski dalam jumlah sedikit, tapi karenanya kita tetap harus menyuarakan masalah-masalah yang dihadapi warga," tegasnya.
Tak bisa bersaing dengan perusahaan sawit
Dokumenter ini menayangkan pidato Presiden Joko Widodo saat mengunjungi Sumatera Selatan untuk peresmian Program Peremajaan Kebun Sawit.
"Indonesia harus dapat memproduksi sawit hingga 8 ton per hektar dalam setahun. Jika perusahaan sait bisa, maka petani pun harusnya bisa," kata Presiden Jokowi.
Tayangan ini langsung dijawab dengan kutipan wawancara seorang petani sawit. Menurutnya, bagaimana bisa petani mencapai produksi tinggi jika tidak memiliki modal untuk merawatnya.
Bahkan petani tersebut pun mengeluhkan keperluan sehari-hari keluarganya saja pun sudah sulit untuk dicukupi.
Photo:
Sejumlah yayasan tidak ingin memboikot produk minyak sawit karena akan berdampak pada petani miskin. (Zainal Abd Halim, file photo: Reuters)
Sementara dari temuan dokumenter disebutkan perusahaan-perusahaan sawit bisa mengelola perkebunannya dalam skala luas dengan bantuan dari sejumlah bank berskala internasional.
Empat bank terbesar di Australia termasuk diantara lembaga keuangan dunia yang membantu membiayai industri kelapa sawit di Indonesia.

Baca tanpa iklan