Netizen Indonesia Kecewa Dengan Debat Capres Yang Kaku Dan Kurang Menarik
Reaksi yang bermunculan dari netizen di media sosial menyatakan kecewa dengan debat perdana presiden dan wakil presiden di Indonesia…
Namun banyak netizen merasa kecewa karena kedua calon tidak membahas penuh masalah-masalah utama seperti keterlibatan militer dalam memerangi terorisme, UU ITE yang kontroversial, dan status dan masa depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Sebelumnya juga diduga bahwa kedua pasangan calon sudah setuju untuk tidak membicarakan masalah HAM yang kontroversial.
Namun Usman Hamid dari Amnesty International Indonesia mengatakan apa yang sudah dilakukan para calon harus dihargai.
Photo:
Muncul spekulasi bahwa kedua calon presiden tidak mau membicarakan masalah HAM dalam debat semalam. (AP: Tatan Syuflana)
"Pak Jokowi sudah memberikan komitmen untuk menempatkan masalah HAM lebih penting lagi dan Pak Prabowo juga sudah menyebut pentingnya hal tersebut." kata Usman Hamid kepada Kompas TV.
Usman Hamid mengatakan kedua calon sudah berjanji untuk menghormati HAM ketika memerangi terorisme dan melakukan deradikalisasi meskipun mereka tidak memberi jawaban rinci mengenai hal tersebut atapun apakah akan menjadi prioritas ketika mereka nanti berkuasa.
Dalam sesi terakhir, moderator memberikan kesempatan kepada para calon masing-masing dua menit untuk memberikan pendapat akhir mengenai lawan mereka, namun tawaran itu ditolak semua pihak.
Debat yang akan dilangsungkan empat kali lagi dilakukan setiap tanggal 17 sampai pemilu dilangsungkan 17 April 2019.
Debat kedua yang akan dilakukan bulan depan akan membicarakan masalah energi, pangan, infrastruktur, sumber daya alam, lingkungan hidup.
Lihat beritanya dalam bahasa Inggris di sini

Baca tanpa iklan