Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Satu Aplikasi Jutaan
Cerita
Indonesia
DOWNLOAD NOW!
Tribun
LIVE ●
ABC World

Kesempatan Menetap di Australia Untuk Pemuka Agama dari Indonesia

Australia memberikan kesempatan bagi warga asing untuk bekerja dan tinggal di Australia, asalkan mereka memenuhi persyaratan untuk…

Australia memberikan kesempatan bagi warga asing untuk bekerja dan tinggal di Australia, asalkan mereka memenuhi persyaratan untuk bekerja di institusi keagamaan dalam periode waktu tertentu.

Pekerja Keagamaan di Australia

  • Sejumlah masjid komunitas Indonesia masih butuh datangkan ustadz dari Indonesia
  • Gereja Katolik di Australia mengedepankan keberagaman, sehingga mencari pastor dari budaya berbeda
  • Tetapi tidak semua institusi mau memberikan sponsor dengan alasan biaya

Visa Religious Work berlaku selama dua tahun, yang bisa digunakan institusi keagamaan, seperti masjid atau gereja, untuk mensponsori mereka yang memiliki kemampuan menjadi pemimpin umat datang ke Australia, juga bersama keluarganya jika ada.

Indonesian Muslim Community of Victoria (IMCV), organisasi Islam nirlaba di kota Melbourne, secara rutin memberikan sponsor kepada imam-imam dari Indonesia setiap tahunnya.

Menurut Teguh Iskanto, Presiden IMCV, kebutuhan untuk mendatangkan ustadz dari Indonesia sangat tinggi.

Salah satu penyebabnya adalah komunitas Muslim Indonesia "belum matang" seperti komunitas Turki, Albania, atay Lebanon yang sudah lama tinggal di Australia.

"Pada saat ini komunitas kita masih masuk dalam kategori \'emerging community\', yang lebih didominasi oleh generasi pertama yang datang ke Australia dan masih terikat kuat dengan Indonesia," jelasnya.

Rekomendasi Untuk Anda

Teguh mengatakan sejumlah organisasi kepemudaan Muslim Indonesia di bawah naungan IMCV, seperti Young Indonesian Muslim Students\' Association (YIMSA) dan Monash Indonesian Islamic Society (MIIS), sebenarnya menjadi bagian dari upaya mencetak ustadz-ustadza bagi komunitas Muslim Indonesia di Australia.

"Saat ini beberapa anak muda sudah menjadi imam pada salat tarawih karena beberapa dari mereka sudah memiliki hafalan Quran hingga 30 juz," tambahnya.

Tapi Teguh mengatakan, karena kebanyakan dari mereka masih kuliah, pihak masjid tidak mau membebani mereka dengan menjadi imam penuh.

"Karena itu memanggil imam-imam dari Indonesia adalah salah satu solusinya," katanya.

Tapi untuk mendatangkan ustadz ke Australia, Teguh menegaskan jika IMCV benar-benar selektif sebelum memberikan sponsor.

Tantangan budaya tak jadi masalah

Pastor Redempt Jawa adalah salah satu pemuka agama yang masuk ke Australia lewat visa kerja sejenis, dengan kategori visa 482.

Ia baru saja tiba di Melbourne beberapa bulan lalu, setelah mendapatkan penempatan untuk menjadi pelayan umat Katolik di Melbourne.

Halaman 1/3
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas