Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun
LIVE ●
ABC World

Benarkah Minum Es Bikin Batuk dan Mandi Malam Menyebabkan Rematik?

Minum es dibilang bikin batuk dan kebanyakan makan telur bisa menimbulkan bisul. Ada banyak mitos seputar kesehatan di Indonesia,…

Tayang:
Tribun X Baca tanpa iklan
zoom-in Benarkah Minum Es Bikin Batuk dan Mandi Malam Menyebabkan Rematik?
ABC Radio Australia
Es sering dianggap menjadi penyebab batuk. (ABC Everyday: Hetty McKinnon) 

"Tapi keputihan juga bisa terjadi karena infeksi, yang penyebabnya bisa jamur, bakteri, atau virus."

Selain itu, keputihan juga berhubungan dengan kebersihan individu dan bisa disebabkan oleh penyakit menular seksual.

Keputihan juga tidak ada kaitannya dengan makan timun terlalu banyak, seperti yang sering diasumsikan.

Meski pernyataan tentang nanas dan keputihan tidak ada hubungannya, konsumsi nanas terlalu banyak juga memiliki efek samping.

"Karena nanas asam, buat orang yang enggak kuat mungkin lambungnya jadi enggak nyaman," kata dr Berlian.

Pernyataan 4: Mandi malam bisa menyebabkan rematik

Ini adalah pernyataan yang mungkin sering muncul dari orangtua kita, bahkan dengan nada agak keras, iya kan?

Pernyataan tersebut tidak sepenuhnya mitos, tapi mungkin kurang tepat, menurut dr Berlian.

Rekomendasi Untuk Anda

"Sebenarnya, yang bikin kita sakit ... bukan mandinya, melainkan kedinginannya," katanya.

Ia mengatakan seringkali apa yang dianggap rematik sesungguhnya hanyalah ngilu atau nyeri sendi.

"Nyeri sendi bisa terjadi kalau kita kedinginan," katanya.

"Ini bisa meningkatkan tekanan barometrik sendi, jadi sendinya bisa mengkeret.

"Kalau dingin, ruang sendi kan sebenarnya enggak seberapa, tapi ada tekanan barometrik ini yang bikin sakit."

Dokter Berlian mengatakan rematik berhubungan dengan usia, karena faktor wear and tear atau karena kita menggunakan sendi dan otot hampir tiap hari, bukan?

"Yang kedua adalah penyakit sendi, yang sering autoimun yang menyerang jaringan ikat lunak pada sendi."

Olahraga 'high-impact' atau dengan intensitas yang tidak terlalu tinggi merupakan solusinya, misalnya 'jumping jack' atau 'skipping'.

Halaman 3/4
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
Atas