Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Bea Cukai Fasilitasi Hibah Ventilator dari Pemerintah Australia

Pengiriman bantuan ini merupakan hibah yang didasari kerja sama kemitraan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia.

Bea Cukai Fasilitasi Hibah Ventilator dari Pemerintah Australia
Bea Cukai
Hibah ventilator tersebut didatangkan dari Brisbane, diangkut menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines, dan setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta barang tersebut langsung ditangani oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta. 

TRIBUNNEWS.COM - “Pandemi Covid-19 merupakan musuh yang nyata, bukan hanya satu atau dua negara tetapi hampir negara di seluruh dunia menghadapinya. Semua bekerja sama dan berupaya untuk menghadapi ini semua. Musuh yang tak nampak, namun nyata ancamannya. Sehingga pemerintah terus melancarkan aksi nyata dalam mengeluarkan kebijakan terbaiknya untuk menyelamatkan rakyatnya,” kata Kepala Kantor Bea Cukai Soekarno Hatta, Finari Manan, pada Rabu (05/08) ketika menjelaskan peran Bea Cukai dalam upaya penanganan Covid-19.

Menurut Finari, pihaknya pada tanggal 24 Juli 2020 telah menjadi fasilitator impor ventilator, yang merupakan barang hibah dari Australia sebagai dukungan dalam penanggulan Covid di Indonesia.

“Sebagai bagian dari pemerintah dan masyarakat, Bea Cukai memberikan berbagai fasilitas kemudahan dan percepatan proses impor barang untuk penanggulangan pandemi. Seperti ketika Pemerintah Australia melalui kedutaan besarnya menyerahkan seratus unit ventilator non-invasif ke Indonesia sebagai bagian dari paket peralatan medis dan laboratorium kritikal dua juta dolar Australia atau ditaksir sekitar Rp19,4 miliar di Posko Utama Satuan Tugas Nasional Indonesia,” ungkapnya.

Fasilitas yang diberikan Bea Cukai, yaitu layanan rush handling atau pelayanan segera, menurut Finari telah sesuai dengan Peraturan Menteri Keuangan No 148/PMK.04/2007, “Adalah pelayanan kepabeanan yang diberikan atas barang impor tertentu yang karena karakteristiknya memerlukan pelayanan segera untuk dikeluarkan dari kawasan pabean atau bandara.”

Ia pun mengatakan bahwa pengiriman bantuan ini merupakan hibah yang didasari kerja sama kemitraan pemerintah Indonesia dengan pemerintah Australia, dalam menghadapi tantangan kesehatan dan ekonomi bersama.

Barang hibah tersebut didatangkan dari Brisbane, diangkut menggunakan maskapai penerbangan Malaysia Airlines, dan setibanya di Bandara Internasional Soekarno-Hatta barang tersebut langsung ditangani oleh petugas Bea Cukai Soekarno-Hatta.

Dilansir dari laman resmi Kedutaan Besar Australia, Duta Besar Quinland mengatakan, “Pandemi telah sangat mempengaruhi kawasan Indo-Pasifik dan Australia akan terus bekerja dalam kemitraan dengan Indonesia untuk meminimalkan dampak COVID-19.” (*)

Editor: Content Writer
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas