Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Bisa Bikin Panik Pelaku Pasar

Rencana BI melakukan redenominasi dianggap akan membuat panik pasar finansial domestik.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Juang Naibaho
Laporan Wartawan Tribunnews.com, Hasanuddin Aco dan Rachmat Hidayat

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Rencana Bank Indonesia (BI) mengurangi nilai pecahan rupiah tanpa mengurangi nilainya (redenominasi) dianggap akan menimbulkan kepanikan di pasar finansial domestik.

Demikian dikemukakan Pengamat Ekonomi Moneter Ichsanuddin Noorsy kepada Tribunnews.com, di Jakarta, Senin (2/8/2010). "Gagasan BI untuk redenominasi rupiah akan membuat kepanikan. Mereka yang punya uang akan menukar rupiahnya ke mata uang yang relatif kuat seperti dolar AS, dolar Singapura, Euro, ataupun Yuan," kata Noorsy.

Jika penukaran ini terjadi, lanjut Noorsy, maka BI sebenarnya akan mengguncangkan perekonomian nasional. "Ini merupakan gagasan konyol di tengah pemerintah dan BI yang gagal menstabilkan pasar," papar Noorsy.

Sebelumnya, BI mewacanakan redenominasi rupiah, yang meskipun diterapkan butuh waktu transisi sedikitnya lima tahun. Kepala Biro Humas BI Difi A Johansyah mengatakan, redenominasi bukan sanering yang zaman dulu diterapkan karena perlu dihindari dampak yang merugikan masyarakat. Praktik sanering adalah pemotongan nilai tukar. Dalam sanering, nilai tukar dikurangi sehingga nilai uang masyarakat berkurang.(*)

Rekomendasi Untuk Anda
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas