Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Harga Elpiji Batal Naik Bukan Karena Harga Premium Mau Naik

rencana menaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium bukan sebuah intervensi rencana menaikan harga elpiji 12 kg.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Budi Prasetyo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - PT Pertamina (persero) rencananya akan menaikan harga gas elpiji non subsidi 12 kilogram per hari ini, Senin 22 April 2013. Namun hal itu tak jadi diputuskan karena Kementerian ESDM menolak hal tersebut.

Menteri ESDM Jero Wacik menjelaskan alasan pihaknya tak memenuhi permintaan Pertamina menaikan harga elpiji, karena banyak pertimbangan yang harus diambil. Jero juga menegaskan kalau rencana menaikan harga BBM bersubsidi jenis Premium bukan sebuah intervensi rencana menaikan harga elpiji 12 kg.

"Bukan mengintervensi tapi nanti saja, karena pertimbanganya kita sedang membahas BBM," ujar Jero Wacik Kantor Kementrian ESDM, Senin (22/4/2013).

Saat ditanya mengenai ini sebagai aksi Pertamina, menurut Jero hal ini harus dilihat dari banyak sisi terutama rakyat. Jero menambahkan kalau masyarakat akan bergejolak kalau elpiji 12 kilogram langsung dinaikan tanpa sosialisasi.

"Iya tapi nanti. Korporasikan menimpa rakyat. Semua kan punya sensitifitas kepada rakyat," papar Jero Wacik.

Menurut Jero, permasalahan ini harus dipikirkan secara jernih karena akan berdampak juga kepada masyarakat. Jero juga mengatakan rakyat akan merasa lebih terbebani karena harga elpiji 12 kilogram adalah hal yang penting.

Rekomendasi Untuk Anda

"Jangan sekalian semua ditimpa ke masyarakat nanti," ungkap Jero.

Sebelumnya diberitakan Tribunnews.com harga gas elpiji ukuran 12 kilogram direncanakan naik pada pertengahan Maret mendatang. Harga naik sekitar Rp1.500 per kilogram. Vice President Corporate Communication of Pertamina Ali Mundakir mengatakan, PT Pertamina harus menaikkan harga.

Alasannya, Pertamina harus untuk menutupi kerugian pemerintah yang mencapai Rp5 triliun hingga tahun 2012. Ali memperkirakan, kenaikan tersebut hanya mampu menutup kerugian Rp2 triliun. Ali berharap, kenaikan dapat mendorong pihak swasta

Tags:
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas