Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Mendag Koordinasi dengan BIN dan Polri untuk Antisipasi Spekulan

Rahmat mengaku sudah melakukan sosialisasi pada sejumlah pedagang grosiran untuk tidak melakukan penimbunan.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Rendy Sadikin
zoom-in Mendag Koordinasi dengan BIN dan Polri untuk Antisipasi Spekulan
Tribunnews.com/Nurmulia Rekso Purnomo
Menteri Perdagangan, Rahmat Gobel, di kantor Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla (JK), di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa, (18/11/2014). 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah tidak akan mentoleransi praktik-praktik spekulasi di tengah-tengah naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok akibat pengurangan subsidi bahan bakar minyak. Menteri Perdagangan Rahmat Gobel berjanji akan menindak tegas praktik-praktik spekulasi itu.

Kepada wartawan di kantor Wakil Presiden RI, di Jalan Medan Merdeka Utara, Gambir, Jakarta Pusat, Selasa (18/11/2014), Rahmat mengaku sudah melakukan sosialisasi pada sejumlah pedagang grosiran untuk tidak melakukan penimbunan.

"Dari pusat selalu berkoordinasi dengan BIN (Badan Intelijen Nasional--red) dan Polri. Jangan sampai (spekulan) ganggu ikut menambah masalah di pasar," katanya.

Mendag mengaku juga sudah memerintahkan jajarannya di daerah, untuk terus melakukan pemantauan terhadap kondisi pasar pascakenaikan harga BBM bersubsidi sebanyak Rp2.000.

Kebijakan penaikan harga BBM bersubsidi itu kata dia membuat harga sejumlah bahan kebutuhan pokok naik sekitar 1-2 persen, salah satu yang terdampak adalah cabai. Namun ada juga bahan pokok yang turun, salah satunya adalah daging sapi.

Kata dia, naiknya harga sejumlah bahan kebutuhan pokok masih dalam taraf yang bisa dikendalikan. Kenaikan itu sudah diperhitungkan pemerintah, karena merupakan dampak dari naiknya ongkos transportasi setelah harga BBM bersubsidi naik.

Mendag juga sudah berkoordinasi dengan Kementerian Perhubungan untuk memastikan transportasi bahan-bahan kebutuhan pokok diprioritaskan. Sehingga ketersediaannya sampai akhir tahun ini terjamin.

Rekomendasi Untuk Anda

"Kalau tetap mengambil manfaat dari keputusan kemarin yang berlebihan, tentu kami akan lakukan tindakan," tandasnya.

Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas