Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●
Update Jadwal & Skor
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 02:00 WIB
France
Prancis
VS
Senegal
Senegal
Grup I - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 05:00 WIB
Iraq
Irak
VS
Norway
Norwegia
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 08:00 WIB
Argentina
Argentina
VS
Algeria
Aljazair
Grup J - Matchday 1
Rabu, 17 Juni 2026 | 11:00 WIB
Austria
Austria
VS
Jordan
Yordania
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga

Bikin Masyarakat Khawatir, Pejabat Diminta Tak Asal Bicara soal Rupiah

Pejabat keuangan negara diminta tak asal berbicara mengenai situasi pelemahan rupiah atas dollar AS yang dihadapi Indonesia saat ini.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Sanusi
zoom-in Bikin Masyarakat Khawatir, Pejabat Diminta Tak Asal Bicara soal Rupiah
TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN
Petugas menghitung uang dolar USD di Bank BNI, Jalan Karangayu, Kota Semarang, Jateng, Selasa (10/3/2015). Nilai tukar rupiah masih di kisaran Rp 13.000 per USD. TRIBUN JATENG/WAHYU SULISTIYAWAN 
Memuat video…

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pejabat keuangan negara diminta tak asal berbicara mengenai situasi pelemahan rupiah atas dollar AS yang dihadapi Indonesia saat ini. Pernyataan pejabat yang tidak tepat dinilai malah menimbulkan kekhawatiran publik.

"Dengan berbagai macam statement pemerintah selama ini, kalau pemerintah bilang bahwa kondisi ini masih wajar dan menguntungkan, publik akan menilai tidak ada rasa effort (upaya) dan tanggung jawab. Ini persoalan sederhana, tapi butuh model komunikasi yang dibangun," ujar Direktur Institute for Development of Economics and Finance (Indef) Enny Sri Hartati dalam diskusi Perspektif Indonesia di Jakarta, Sabtu (14/3/2015).

Menurut Enny, selama ini pemerintah menyampaikan bahwa pelemahan rupiah dianggap wajar, karena semua mata uang mengalami pelemahan. Namun, ia mengatakan, hal itu sebenarnya hanya berlaku bagi negara-negara yang nilai ekspornya cukup tinggi.

Pengamat politik Populi Center Nico Harjanto mengatakan, pernyataan pejabat keuangan negara saat terjadi pelemahan rupiah menunjukan tidak adanya sense of crisis. Dibandingkan memberikan kesan positif, pernyataan pejabat, sebut Niko, malah menimbulkan kebingungan publik.

"Pernyataan pejabat seringkali tidak tepat. Orang melihat pelemahan rupiah terus berkelanjutan, sementara belum ada perubahan yang terjadi. Dibutuhkan dirigen untuk mengatasi masalah komunikasi seperti ini," kata Nico.(Abba Gabrillin)

Rekomendasi Untuk Anda
Sumber: Kompas.com
Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas