Waduh, Trase LRT Harus Mengalah demi Kereta Cepat
LRT harus mengalah dan memberikan jalur tersebut kepada Kereta Cepat Jakarta-Bandung karena kecepatan LRT lebih lambat.
Penulis: Adiatmaputra Fajar Pratama
Editor: Choirul Arifin
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung ternyata jalur pembangunan trasenya bentrok dengan jalur trase proyek Light Rail Transit (LRT). Kedua transportasi jenis kereta tersebut bertemu di wilayah Bekasi Barat.
Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional Sofyan Djalil memaparkan, LRT harus mengalah dan memberikan jalur tersebut kepada Kereta Cepat Jakarta-Bandung. Alasan utamanya, karena kecepatan LRT lebih lambat, sehingga mudah untuk dipindahkan rutenya.
"Yang pindah LRT, karena kalau kereta cepat kan susah," ujar Sofyan di kantor Kementerian Koordinator bidang Perekonomian, Jakarta, Rabu (3/2/2016).
Sofyan memaparkan pihak LRT sudah setuju untuk geser dari jalur kereta cepat di Bekasi. Hal itu untuk mempercepat kedua pembangunan tersebut cepat selesai.
"Sudah ada komitmen akan pindah LRT sedikit," ungkap Sofyan.
Pada pelaksanaannya PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC) kata Sofyan akan membayarkan pembebasan lahan baru untuk LRT. Pasalnya jalur tersebut sudah dibebaskan oleh LRT lebih dulu sebelum dipindahkan.
"PT KCIC membeli tanah dan tanah akan diberikan ke LRT dengan paling lama enam bulan," kata Sofyan.