Tunggu 3.0 detik untuk membaca artikel
Aplikasi Tribun
Tajamkan Wawasanmu,
Suarakan
Opinimu
KLIK DI SINI
Tribun Bisnis
LIVE ●

Soal Pabrik Tutup, Darmin Bantah Ada PHK Massal

Darmin mengakui, ada gelombang pemecatan di sejumlah perusahaan, tapi menurutnya hal itu tidak bisa diistilahkan sebagai PHK massal.

Tayang:
Baca & Ambil Poin
Editor: Choirul Arifin
zoom-in Soal Pabrik Tutup, Darmin Bantah Ada PHK Massal
TRIBUNNEWS/TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN
Menteri Koordinator Perekonomian, Darmin Nasution sedang memberikan sambutan dalam acara peluncurkan program prioritas importasi bahan baku obat dan makanan yang digelar oleh Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), di Hotel Lumire, Jl. Senen Raya, Jakarta Pusat, Senin (2/11/2015). TRIBUNNEWS/LENDY RAMADHAN 

Darmin Tegaskan Tidal Ada PHK Masal

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Menteri Kordinator (Menko) Perekonomian Darmin Nasution membantah ada gelombang pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di Tanah Air, sehubungan dengan sejumlah industri manufaktur elektronik seperti Toshiba dan Panasonic yang menutup pabriknya di Pasuruan, Karawang dan Bekasi. 

Sebaliknya, Darmin mengimbau semua pihak berhati-hati menggunakan istilah tersebut.

"Mana ada sih PHK masal, tidak ada," kata Darmin kepada wartawan usai menghadiri rapat di kantor Wakil Presiden RI, Jakarta Pusat, Kamis (4/2/2016).

Darmin juga mengimbau semua pihak memahami informasi PHK masal yang terjadi di pabrik Toshiba di Karawang, Jawa Barat, dan di pabrik Panasonic di Pasuruan, Jawa Timur.

"Coba cek pak yang bekas menteri Perdagangan (Rahmat Gobel, dia kan (salah satu pemilik) Panasonic," katanya.

Rekomendasi Untuk Anda

Namun mantan Gubernur Bank Indonesia ini mengakui, ada gelombang pemecatan di sejumlah perusahaan di Indonesia, termasuk kedua perusahaan tersebut. Tapi menurutnya hal itu tidak bisa diistilahkan sebagai PHK masal.

Kelesuan yang terjadi di dua perusahaan tersebut sehingga kebijakan pengurangan karyawan harus diambil, menurut Darmin bisa hal itu juga disebabkan faktor internal dari perusahaan.

"Bisa saja ada (pemecatan) karena kalah bersaing dengan perusahaan Korea, Tiongkok, bisa," terangnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Klik Di Sini!
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di

BizzInsight

Berita Populer
Atas