Nikmati berita interaktif dan LIVE report 24 jam hanya di TribunX
Tribun Bisnis

Kejar Thailand, Suku Bunga Perbankan Indonesia Akan Ditekan Ke Level 3-4 Persen

Suku bunga diupayakan bisa terus turun, hingga mencapai level yang memungkinkan bank dalam negeri untuk bersaing.

Editor: Agung Budi Santoso
zoom-in Kejar Thailand, Suku Bunga Perbankan Indonesia Akan Ditekan Ke Level 3-4 Persen
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Warga tengah membayar Pajak Bumi Bangunan (PBB) melalui kasir Bank DKI di Jalan Juanda, Jakarta Pusat, Rabu (21/8/2013). Bank DKI terus berupaya meningkatkan pelayanan terhadap wajib pajak, khususnya terkait pembayaran Pajak Bumi Bangunan Pedesaan dan Perkotaan (PBB P2). Kini, pembayaran PBB P2 bisa dilakukan melalui mesin Anjungan Tunai Mandiri (ATM) Bank DKI. (Warta Kota/Angga Bhagya Nugraha) 

Laporan Wartawan TRIBUNnews.com, Nurmulia Rekso Purnomo

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA --- Suku bunga bank di Indonesia termasuk yang paling tinggi di Asia Tenggara, walaupun Bank Indonesia (BI) sudah menurunkan suku bunga acuan ke level 7 persen.

Namun bank pemerintah maupun swasta, menetapkan suku bunga di atas 10 persen.

Ketua Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Muliaman Hadad, mengakui bahwa kondisi tersebut membuat bank di Indonesia sulit bersaing dengan bank luar, dan hal itu berdampak buruk pada perekonomian Indonesia.

Oleh karena itu, secara bertahap pemerintah akan berupaya agar suku bunga bisa terus turun, hingga mencapai level yang memungkinkan bank dalam negri untuk bersaing, serta mampu mendongkrak perekonomian dalam negri.

Target terdekat menurut Muliaman Hadad adalah menyaingi perbankan Thailand, dengan suku bunga mereka yang hanya sekitar 3-4 persen.

"Kita dalam waktu satu-dua tahun ini akan menuju margin ke arah Thailand, sekitar tiga (sampai) empat persen," ujar Muliakan kepada wartawan, usai menghadiri rapat tentang suku bunga, di kantor Wakil Presiden, Jakarta Pusat, Kamis (18/2/2016).

Berita Rekomendasi

Agar bank mau menurunkan suku bunganya, tanpa harus khawatir keuntungannya berkurang, Muliaman menyebut pihaknya tengah menyiapkan kebijakan untuk menjawab permasalahan tesebut.

Bank akan mendapat insentif dari pemerintah, salah satu bentuknya adalah keringanan pajak. Rencanannya insentif tersebut akan diterima bank yang sukses melakukan efisiensi.

Selain itu, dengan turunnya suku bunga diharapkan nasabah bank akan semakin banyak, sehingga bank justru akan lebih untung. Muliaman berjanji pemerintah akan membantu agar hal tersebut terealisasi.

"Sehingga demikian harga murah tetapi kuantitas juga banyak. Sehingga dengan demikian profit (red: keuntungan) mudah-mudahan tidak terganggu," jelasnya.

Dapatkan Berita Pilihan
di WhatsApp Anda
Baca WhatsApp Tribunnews
Tribunnews
Ikuti kami di
© 2025 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas