Tribun Bisnis

Perencanaan Keuangan

Trik Mengatur Portofolio Investasi Saham

“Kita mengatur portofolio investasi berdasarkan hal itu, pastikan kita berpegang pada empat kelas aset tersebut.”

Editor: Choirul Arifin
Trik Mengatur Portofolio Investasi Saham
Harian Warta Kota/henry lopulalan
PANTAU PERGERAKAN SAHAM - Petugas Sekuritas sedang memantau pergerakan saham di Kawasan Kuningan, Jakarta Selatan, Selasa (19/1/2016).Warta Kota/henry lopulalan 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Untuk mengurangi risiko non-sistematis pada investasi, dalam menyusun portofolio, investor idealnya mendiversifikasi investasi ke beberapa instrumen. Bagaimana melakukan diversifikasi?

Sebelumnya, cermati aset Anda. Menurut Prita Hapsari Ghozie, Chief Financial Planner Zap Finance, pada dasarnya ada empat kategori aset.

Yaitu kas, instrumen pendapatan tetap, instrumen mixed atau balanced seperti emas dan properti, serta saham.

“Kita mengatur portofolio investasi berdasarkan hal itu, pastikan kita berpegang pada empat kelas aset tersebut,” terang Prita.

Melakukan diversifikasi ke berbagai instrumen investasi perlu dilakukan saat Anda menyusun portofolio investasi untuk rencana keuangan.

Dengan demikian, portofolio investasi Anda akan jadi lebih optimal dan bisa memberikan imbal hasil maksimal untuk mencapai rencana keuangan Anda.

Ada beberapa hal yang harus Anda perhitungkan saat menyusun portofolio yang optimal dan efisien bagi perencanaan keuangan Anda. Ini dia tahap-tahapnya:

Kenali tiga hal dasar

Menurut Aakar Abyasa Fidzuno, Chief Executive Officer (CEO) sekaligus CoFounder Janus ID, ada tiga hal mendasar yang harus diketahui untuk menyusun portofolio investasi yang optimal. Istilah bekennya, basic triangle.

Pertama, Anda harus memahami terlebih dulu bagaimana kondisi keuangan Anda saat itu alias current statement.

Ini bukan cuma sekadar catatan pemasukan dan pengeluaran, lho!

Misalnya, apakah saat itu Anda masih memiliki utang? Kalau ya, utang apa saja dan berapa besarnya?

Kalau rencana keuangan Anda juga melibatkan keluarga, maka kondisi keuangan seluruh keluarga juga harus diperhitungkan.

Misalnya, kalau suami atau istri juga bekerja, maka pendapatan pasangan juga harus diperhitungkan.

Sumber: Kontan
Ikuti kami di
Klub
D
M
S
K
GM
GK
-/+
P
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas