Kinerja Emiten Properti Kini Melambat, Ada Apa Gerangan?
Kinerja enam emiten memang tumbuh, namun tidak signifikan. Sementara, lima emiten lainnya justru turun perolehan laba bersih secara signifikan
Editor:
Choirul Arifin
Sedangkan DILD dan MTLA masing-masning mengantongi marketing sales Rp 702 miliar atau 28% dari target dan Rp 241 miliar atau 18,5% dari target.
Hans Kwee, Direktur Investa Saran Mandiri menilai, prospek emiten properti tahun ini akan lebih baik dari tahun lalu karena didukung oleh tren suku bunga yang mulai turun.
Namun, pertumbuhannya belum akan cukup bagus karena masalah yang ada saat ini daya beli masyarakat masih rendah.
Menurut Hans, tantangan sektor properti saat ini masih berat. Kenaikan harga properti beberapa tahun terakhir tidak seimbang dengan kenaikan daya beli masyarakat.
"Masalah utama properti adalaha kenaikan harganya jauh di atas kenaikan daya beli," ujar Hans.
Selain penurunan suku bunga, sentimen positif yang bisa mendorong kepastian aturan tax amnesty.
Menurut Hans, jika aturan tersebut telah keluar maka penjualan properti kelas menengah atas akan semakin membaik.
Perkiraan Hans, kinerja ataupun pra penjualan emiten properti semester II mendatang akan lebih baik dari kuartal I ini seiring dengan rencana-rencana peluincuran proyek baru.
Saham pilihan Hans di sektor properti diantanya PWON, BSDE, LPKR dan CTRA.
Reporter Dina Mirayanti Hutauruk l Kontan