Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribunnews.com
Tribun Network
About Us
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

Uang Palsu

Menjelang Lebaran, Peredaran Uang Palsu Makin Marak dan Liar

“BI mencatat terakhir ditemukan polisi 18.000 lembar, dan pelakunya sudah tertangkap."

Menjelang Lebaran, Peredaran Uang Palsu Makin Marak dan Liar
TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN
Kepala Divisi Penanggulangan Uang Palsu Bank Indonesia Hasiholan Siahaan menunjukkan uang palsu pecahan Rp 100.000 saat gelar perkara di Ruang Dirtipideksus Bareskrim Polri, Jakarta, Senin (23/5/2016). Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri berhasil mengungkap pemalsu uang berinisial SW (58) dan MAR (59) dengan barang bukti 16 ribu lembar uang pecahan Rp 100.000. TRIBUNNEWS/IRWAN RISMAWAN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA- Penerbitan Uang Palsu di Indonesia semakin liar. Ini terlihat dari data Bank Indonesia (BI) mencatatkan peredaran Uang Palsu ditemukan sebesar 18.000 lembar.

Deputi Gubernur Bank Indonesia Ronald Waas mengatakan, peredaran Uang Palsu memang ada peningkatan jumlah.

Untuk itu, BI selaku regulator telah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menangkap pelakunya.

“BI mencatat terakhir ditemukan polisi 18.000 lembar, dan pelakunya sudah tertangkap,” ujarnya, Jumat (3/6/2016).

Ronald melanjutkan, dalam peredaran Uang Palsu lebih banyak beredar di pusat ekonomi Indonesia, seperti pulau Jawa.

Dengan bekerja sama dengan pihak kepolisian, BI berupaya untuk memberikan efek jera dan digerikan ganjaran hukum kepada pelaku.

“Apalagi ketika ingin mendekati hari raya lebaran, kita terus massif untuk mensosialisasikan perbedaan uang asli dan palsu,” imbuhnya.

Dalam hal ini, Ronal mengingatkan akan pentingnya 3D yakni Dilihat, Diraba dan Diterawang.

Uang asli jika dilihat pada pojok kanan ada dicetakan dengan tinta khusus. Atau paling gampang kita kenali benang pengamanan yang ada pada setiap uang.

“Sama uang asli memiliki tekstur yang kasar karena terbuat dari bahan kapas. Berbeda dengan Uang Palsu yang menggunakan kertas biasa,” jelasnya.

Reporter: Arsy Ani Sucianingsih

Ikuti kami di
Add Friend
Editor: Choirul Arifin
Sumber: Kontan
  Loading comments...
© 2020 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas