Tribun Bisnis

RUU Tax Amnesty

Baiquni Berharap Rp 70 Triliun Dana Repatriasi Mengalir Ke 1.800 Outlet ‎BNI

Kementerian Keuangan RI akan menetapkan tiga institusi keuangan

Penulis: Seno Tri Sulistiyono
Editor: Johnson Simanjuntak
Baiquni Berharap Rp 70 Triliun Dana Repatriasi Mengalir Ke 1.800 Outlet ‎BNI
WARTA KOTA/ANGGA BHAGYA NUGRAHA
Dirut Bank BNI Achmad Baiquni 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -‎ PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI) menyiapkan kantor-kantor cabangnya untuk melayani nasabah atau masyarakat umum yang ingin mendapatkan pelayanan terkait pemanfaatkan fasilitas Pengampunan Pajak (Tax Amnesty).

Terdapat lebih dari 1.800 kantor cabang BNI di seluruh Indonesia dan 6 kantor cabang di luar negeri yang disiapkan untuk menampung dana yang mengalir dari luar negeri (repatriasi) atau dana tebusan yang dibayarkan dalam rangka memenuhi persyaratan tax amnesty dari para wajib pajak.

Direktur Utama BNI Achmad Baiquni mengatakan, kelompok usaha BNI, baik induk usahanya, maupun perusahaan-perusahaan anak, yaitu BNI Securities dan BNI Asset Management telah menyiapkan beragam produk dan layanan sebagai pintu masuk dana repatriasi.

‎"Potensi dana repatriasi maupun dana tebusan yang dapat ditampung oleh produk-produk yang disiapkan BNI dan perusahaan anak tersebut diharapkan dapat mencapai Rp 70 triliun," kata Baiquni, Jakarta, Sabtu (16/7/2016).

Kementerian Keuangan RI akan menetapkan tiga institusi keuangan sebagai pintu masuk dana repatriasi tax amnesty, yakni bank umum, manajer investasi, dan perusahaan pedagang efek.

Untuk bank umum, kata Baiquni, pintu masuk ertama yang dapat digunakan adalah produk simpanan dan layanan trustee, dimana BNI telah mendapat izin dari Bank Indonesia untuk menyelenggarakan layanan trustee.

"Berapa manfaat jika menggunakan layanan BNI Trustee ini, antara lain harta yang dititipkan dicatat dan dilaporkan terpisah dari harta BNI, sehingga semua harta tersebut tidak dimasukkan dalam harta pailit," ujarnya.

Pintu masuk kedua dari BNI yaitu produk BNI Tresuri dan Wealth Management. Melalui Produk BNI Tresuri, nasabah atau wajib pajak dapat memilih berbagai produk seperti Deposit on Call (DOC), Money Market Account, atau Institutional Bond.

"Cukup dengan menyimpan Rp 100 juta atau 75 ribu dolar AS, wajib pajak sudah dapat memiliki DOC dengan jangka waktu mulai dari 3 hari., atau dengan dana minimal Rp 1 miliar atau 100 ribu dolar AS, wajib pajak sudah dapat menempatkan dana pada Money Market Account," jelas Baiquni.

Sementara itu, BNI Wealth Management telah siap dengan berbagai layanan mulai dari Private Client Service hingga Financial Planning Service.

Pintu masuk ketiga, lanjut Baiquni, dapat menggunakan produk-produk BNI Securities yang berperan melayani nasabah sebagai Investment Banking, Fixed Income Brokerage, hingga Equity Brokerage.

"Sedangkan pintu masuk keempat adalah melalui produk-produk yang disiapkan oleh BNI Asset Management, yaitu Kontrak Pengelolaan Dana (KPD), Reksadana Penyertaan Terdbatas (RDPT), dan Dana Investasi Real Estate (DIRE)," ujar Baiquni.

Ikuti kami di
  Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas