Akses berita lokal lebih cepat dan mudah melalui aplikasi TRIBUNnews
X
Tribun Bisnis
TribunJualbeli
Tribun Network
About Us
Redaksi
Info Iklan
Contact Us
Help
Terms of Use
Privacy Policy
Pedoman Media Siber
No Thumbnail
Desktop Version

DPR Minta BUMN Bersinergi Lewat KUR dan SRG Wujudkan Nawacita

Tujuan pelaksanaan Penjaminan Sistem Resi Gudang (SRG) adalah untuk terjaganya stabilitas dan integritas SRG.

DPR Minta BUMN Bersinergi Lewat KUR dan SRG Wujudkan Nawacita
TRIBUNNEWS.COM/HERUDIN
Direktur Utama Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo) Diding S Anwar, berbicara usai melakukan penandatanganan perjanjian kerjasama tentang penjaminan (kafalah) pembiayaan umum dengan Bank BTN di kantor pusat Bank BTN, Jakarta Pusat, Kamis (11/7/2013). Kerjasama antara Bank BTN dan Jamkrindo ini dimaksudkan memberikan jaminan pembiayaan iB untuk modal kerja dan investasi. TRIBUNNEWS/HERUDIN 

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi IX Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), Achmad Hafisz Tohir mengatakan sistem ekonomi di Indonesia saat ini masih belum maksimal.

Hal ini terlihat dari adanya dampak harga jual yang tinggi dan kemampuan beli masyarakat yang terus menurun.

Padahal menurutnya sesuai dengan Nawacita Presiden Joko Widodo, perputaran roda ekonomi Indonesia harus dapat berlangsung maksimal sehingga otomatis akan memiliki efek domino yang positif kepada kesejahteraan rakyat.

"Sebelum reses, kami sempat memanggil beberapa BUMN terkait dengan sistem kerjanya. Namun yang amat disayangkan BUMN yang ada pun belum dapat menterjemahkan program mereka dengan baik," ujar Tohir dalam sosialisasi  Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Sistem Resi Gudang (SRG), Jamkrindo, Rabu (10/8/2016) seperti dalam keterangan yang diterima Tribunnews.com.

Tohir berharap BUMN yang ada dapat segera melakukan gerak cepat untuk turut serta melaksanakan Instruksi Presiden untuk melakukan percepatan pembangunan ekonomi di Indonesia.

"Sudah hampir 40% pemerintah mengucurkan dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) untuk mendukung program percepatan ini, oleh karena itu langkah ini tentunya harus dapat bersinergi agar Nawacita yang dituju dapat tercapai" imbuhnya.

"Untuk BUMN yang saat ini membuat program Sistem Resi Gudang (SRG) kiranya harus terus dapat menyosialisasikannya secara merata agar masyarakat dapat mempergunakan nya untuk meningkat perekonomian bangsa," tambahnya.

Tohir menambahkan dirinya yakin dengan kayanya komoditas Indonesia dan sistem yang sudah diciptakan oleh pemerintah, bilamana diterapkan secara efisien dapat kembali meningkatkan Ekonomi masyarakat sesuai dengan Nawacita yang disampaikan oleh Presiden.

Sementara, Direktur Utama BUMN Perum Jaminan Kredit Indonesia (Jamkrindo), Diding S Anwar dalam sebuah diskusi di Palembang, Rabu (10/8/2016) mengatakan bahwa tujuan pelaksanaan Penjaminan Sistem Resi Gudang (SRG) adalah untuk terjaganya stabilitas dan integritas SRG.

"Apabila terjadi kegagalan Pengelola Gudang dalam proses Penyelesaian Transaksi Resi Gudang, maka para pelaku dalam SRG masih tetap percaya dengan sistem ini karena tetap terlindungi dengan penggantian maksimum 100 persen dari nilai barang taau komoditi yang dimilikinya," jelasnya.

Halaman
123
Editor: Hasiolan Eko P Gultom
Ikuti kami di
© 2021 TRIBUNnews.com,a subsidiary of KG Media. All Right Reserved
Atas